Efektifkan Pembelajaran, USAID PRIORITAS Adakan Penelitian Tindakan Kelas  

Makassar, MC – USAID PRIORITAS kembali mengadakan sebuah kegiatan untuk mempermantap metode pembelajaran di kelas lewat   workshop bertajuk “Classroom Action Research” di Hotel Swiss Bell In Makassar (16-18 Januari). 

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dia laksanakan di sekolah,” kata Nensilianti, Penanggung Jawab Program (18/1).

Menurut Nensi, penelitian tindakan kelas dilakukan dengan mempraktikkan suatu tindakan pembelajaran di kelas yang telah direncanakan sebelumnya lewat RPP (Rencana Penelitian Pembelajaran) dan diukur kelayakan pelaksanaan rencana atau tindakan tersebut. Pada program USAID PRIORITAS ini, evaluasi pengukuran ini dilakukan secara kolaboratif dengan beberapa dosen UNM dan UIN ALauddin.

“Tindakan kelas sebelumnya telah dilakukan di empat sekolah selama tiga kali. Per tindakan mereka evaluasi dan perbaiki untuk dilaksanakan perbaikannya pada tindakan berikutnya.   Setelah tiga kali tindakan dan evaluasi,  hasil-hasilnya dibawa di kegiatan ini untuk diukur, ditelaah, dievaluasi, diperbaiki kembali secara bersama dan dilaksanakan hasil evaluasinya nanti pada siklus kedua penelitian,” ujarnya.

Untuk itu, sebelumnya telah diadakan penelitian tindakan kelas  yang melibatkan empat sekolah yaitu SDN Gunung Sari 1, MTs Negeri Ballang-Ballang Gowa, SMPN 2 dan MTs Negeri Model Makassar.

Tim tiap sekolah terdiri dari empat orang, dua guru dan dua dosen. Untuk madrasah, dosen penelitinya berasal dari UIN Alauddin. Untuk sekolah negeri, dosen penelitinya dari UNM. Tindakan kelas yang diteliti mencakup  pembelajaran IPA, Matematika dan literasi. 16 orang yang terlibat dalam penelitian  menjadi peserta kegiatan ini.

“Dengan kegiatan penelitian ini, kita membiasakan guru melakukan penelitian  terhadap pembelajaran yang dilakukan dan membiasakan dosen terjun ke sekolah meneliti secara kolaboratif dengan guru mengenai keefektifan pengajaran yang dilakukan,” ujar Nensi.

“Kita harapkan nantinya akan lahir metode-metode mendidik yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya lebih lanjut. 

Selama penelitian tersebut ditemukan beberapa masalah menonjol yang menyebabkan pembelajaran tidak efektif dan berkualitas. Diantaranya kemampuan guru dalam mengajukan pertanyaan kritis kepada siswa masih kurang, guru juga masih kurang memiliki metode-metode pembelajaran aktif dan efektif, dan kurang mampu memilih dan membuat media yang bisa mendukung pembelajaran efektif. 

Sumber : Usaid Prioritas