Genjot Transparansi Keuangan, RSU Lamaddukkelleng Terapkan E-Hospital

Ketgam : RSUD Lamaddukkelleng Sengkang (Foto : Arlin)

Wajo, MC – Untuk lebih memaksimalkan pengelolaan administrasi keuangan dan memudahkan sistem pelayanan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum (RSU) Lamaddukkelleng terapkan program E-Hospital, sebuah program yang mengatur tentang pengelolaan keuangan antara pihak RSU dan pihak pasien.

RSU Lamaddukkelleng pada pengelolaan E-Hospital ini disebut-sebut sebagai rumah sakit type C pertama di Indonesia yang menerapkan sistem berbasis online (via internet)

Plt Direktur RSU Lamaddukkelleng Sengkang, dr Baso Rahmanuddin melalui via ponselnya mengungkap bahwa penggunaan sistem E-Hospital tersebut diilhami dari upaya pemerintah daerah menciptakan pengelolaan administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, dengan E-Hospital, pelayanan masyarakat akan lebih mudah, cepat dan tepat, khususnya dalam hal pelayanan administrasi keuangan pembayaran/biaya pengobatan/perawatan yang diberikan pihak rumah sakit kepada pasien.

“Jadi, masyarakat tidak perlu lagi mengantongi uang/dana kontan (cash) untuk mendapatkan pelayanan/pengobatan dirumah sakit. Karena, pembayaran atas perawatan tidak lagi dilakukan secara manual atau melalui loket seperti biasanya. Pihak pasien bisa melakukan pembayaran meski yang bersangkutan tidak berada di rumah sakit, cukup menggunakan ATM biaya perawatan/pengobatan bisa dilakukan oleh keluarga pasien melalui sistem ini, meski yang bersangkutan sedang berada diluar daerah,” ungkap Rahmanuddin, Rabu, 4/2.

Lanjut dijelaskan bahwa, penggunaan E-Hospital di RSU Lamaddukkelleng mulai dilaksanakan saat ini, namun untuk grand launching-nya menyusul pada 1 Maret 2015 mendatang.

Ditambahkan bahwa program E-Hospital diterapkan untuk menjawab laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu terhadap pengelolaan administrasi keuangan dan pelayanan rumah sakit lamaddukelleng.

Kala itu, kata Rahmanuddin, BPK beri catatan terkait kesalahan dalam pengadministrasian keuangan yang dilakukan oleh petugas rumah sakit.

“Nah, melalui program ini semua akan terdata secara otomatis, pihak RSU tidak lagi memegang/menerima pembayaran dari pihak pasien secara langsung, karena transaksi pembayaran atas pengobatan/perawatan pihak pasien dilakukan melalui E-Hospital. Jadi, pasien tidak perlu membawa uang cash untuk mendapat pelayanan dari rumah sakit. Cukup transaksi pembayaran dilakukan melalui ATM atau sistem yang menyerupai misalkan kartu kredit dan semacamnya. E-Hospital ini adalah terobosan baru dengan harapan pengelolaan dan pelayanan administrasi keuangan di RSU Lamaddukkelleng lebih transparan dan tertata dengan baik seperti yang diharapkan bersama,” kunci Rahmanudddin. (adv)

Penulis : Arlin Sujarli