Demo Tolak Kenaikan BBM Padati Kawasan Istana

Jakarta, MC – Peringatan Hari Pahlawan, 10 November kemarin sepertinya menjadi momentum bagi para pendemo untuk memperjuangkan anspirasinya terkait kebijakan yang diambil pemerintah.

Pergerakan berupa pengerahan massa lengkap dengan atribut ini serentak dilakukan dalam dua hari terakhir. Seperti yang berhasil diliput oleh crew mediacelebes.com di Jakarta, Senin, 10 Oktober kemarin.

Tepat didepan istana negara, ribuan massa yang tergabung dari beberapa elemen menyuarakan kepada pemerintah untuk menunda kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai mencekik kehidupan masyarakat kecil.

Selain menuntut agar harga BBM tidak dinaikkan, pergerakan yang dimotori oleh KSPSI ini juga mengungkap beberapa harapan lainnya seperti ; menuntut kenaikan upah yang layak, penurunan harga sembako dan beberapa tuntutan lainnya yang dianggap menyulitkan kehidupan rakyat kecil.

Setelah melakukan aksi dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, massa yang berjumlah ribuan ini kemudian melakukan long march dibeberapa jalan protokol di Ibu Kota Negara sembari teriakkan yel-yel dan aspirasinya.

Sementara itu, di Kabupaten Wajo, tuntutan kenaikan BBM bersubisidi juga disuarakan oleh sekelompok mahasiswa yang terhimpun dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Orasi penolakan kenaikan harga BBM dilakukan dipersimpangan Jl Jend Sudirman (Depan kantor BNI).

Bermodalkan spanduk dan goresan kalimat seruan kepada pemerintah, mahasiswa yang tergabung ini tampak semangat melakukan aksinya.

“Kenaikan harga BBM Ahli Bersenjata Mematikan Rakyat” ungkap mahasiswa dalam demonya.

Setelah menyampaikan aspirasi, demo yang dihadiri sekitar ratusan mahasiswa ini kemudian melakukan long march menuju kantor DPRD Kabupaten Wajo. Ditempat itu, mahasiswa kembali serukan beberapa tuntutan kepada pemerintah.

(Laporan : Wank – Arlin)