Hadapi Pilkada, JPPR Gelar Dialog Penguatan Pemilih di Sulsel

Kontributor Makassar : Zulfikar Yusliskatin

Makassar, MC – Kendati para kalangan masih menunggu penetapan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hasil revisi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) oleh DPR-RI, Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) tingkat pusat adakan Diskusi Zona Sulawesi.

Kegiatan itu berlangsung di Meeting Room Hotel Lynt Makassar, Minggu 15/2.

Dialog tersebut dihadiri dari berbagai kalangan, diantaranya pelaksana pemilu dari Bawaslu, PPL dan KPPS. Hadir pula dari berbagai ORMAS, LSM, Mahasiswa serta jaringan pemantau pemilu lainnya yang bertujuan untuk memperkuat posisi pemilih dan mengidentifikasi pasal-pasal dalam PERPPU yang berkaitan langsung dengan pemilih.

“Diskusi ini dilaksanakan untuk menyusun usulan dan masukan agar partisipasi masyarakat dalam Pilkada dapat lebih besar. Diskusi diharapkan pula memberi rekomendasi terkait revisi PERPPU untuk selanjutnya ditetapkan menjadi UU yang lebih sempurna,” ujar Ahmad Zaid, Seknas Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) Pusat.

Di samping itu, Zaid dalam pengantar dialog menekankan peserta untuk aktif dan kritis terhadap persoalan-persoalan Pilkada yang dihadapi langsung dilapangan agar dapat mengetahui permasalahan esensial yang dihadapi warga sehingga mampu menjadi catatan berdemokrasi di Indonesia.

“Pemilukada tahun ini merupakan babak pertama dilakukan pemilihan serentak pada tahun 2015. Tentu KPU sebagai pelaksana pemilu diharapkan mampu bekerja sesuai aturan main yang ditetapkan nantinya,” harap Zaid.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan pula agar tokoh-tokoh masyarakat, LSM, Ormas dan Mahasiswa dapat memberikan partisipasi politik masyarakat demi tercapai pemilukada yang bersih, jujur dan adil. 

Adapun output hasil diskusi tersebut dapat memberi catatan pembelajaran baik dari pemilu 2014 agar dilanjutkan dalam pelaksanaan pilkada, serta mampu menghasilkan rekomendasi pengutan pemilih dalam sistem dan proses pelaksanaan pilkada mendatang sehingga membuat para peserta diskusi memiliki antusias yang tinggi.

Penulis : Zulfikar Yusliskatin