HKN Di Wajo Diwarnai Dengan Penyerahan Kendaraan Operasional

Dari Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-50 Tahun 2014

Wajo, MC – Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-50 tahun 2014 di Kabupaten Wajo diwarnai dengan pemberian kendaraan operasional roda empat dan roda dua kepada masing-masing aparat kesehatan lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.

Kendaraan dinas ini diserahkan langsung oleh Bupati Wajo A Burhanuddin Unru kepada masing-masing penerima usai bertidak selaku pembina upacara penaikan bendera merah putih di Lapangan Sepak Bola Desa Rumpia Kecamatan Majauleng, Rabu, 12/11.

Selain memberikan bantuan kendaraan operasional, Bupati dua periode di Wajo ini juga menyerahkan piala bergilir kepada RSU Lamaddukkelleng Sengkang sebagai Juara Umum Pekan Olah raga dan Kesehatan (Porkes) yang dilaksanakan sebelumnya.

Mantan Sekda Wajo ini juga menyerahkan penghargaan kepada masing-masing pemenang lainnya yang berhasil menjadi juara dalam lomba yang dipertandingkan.

Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) yang dibacakan oleh Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengatakan, sesuai dengan tema yang diangkat, yakni, “Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku” mempunyai makna penting dan sangat berarti untuk menjadikan budaya hidup sehat sebagai bahagian dari keseharian bangsa.

“Hal itu, sejalan dengan pula dengan harapan Presiden RI (Joko Widodo) yang mengarahkan kepada seluruh menteri dalam kabinet kerja untuk melakukan perbuatan nyata kepada masyarakat,” ungkap Nila Farid dalam sambutannya.

Dijelaskan, agenda pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 adalah mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang semakin mantap. Dimana, pengertian dasarnya adalah setiap orang mendapat hak pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan ditempat pelayanan kesehatan terstandar, dilayani tenaga kesehatan yang kompeten, menggunakan standar pelayanan dengan biaya terjangkau serta mendapatkan informasi yang akurat atas kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Tentu, untuk mewujudkan hal itu diperlukan kebersamaan pemahaman semua dari para pemangku kepentingan, komitmen yang kuat dan kepemimpinan yang konsisten baik ditingkat nasional maupun ditingkat daerah,” pungkas Nila.

Namun demikian, ditengah meningkatnya penyebaran fasilitas pelayanan kesehatan dan bertambahnya jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan disemua jenjang fasilitas pelayanan kesehatan, distribusi obat yang semakin membaik, bidang kesehatan masih menghadapi beberapa tantangan diantaranya : tingginya angka kematian ibu, kematian bayi, prevalensi gizi kurang dan stunting serta penyakit menular dan tidak menular tertentu.

Selain itu, bidang kesehatan di Indonesia juga masih diperhadapkan dengan kendala determinan sosial yang belum bisa diselesaikan semuanya misalkan saja penyediaan air bersih, sanitasi rumah tangga, ketahanan pangan, akses informasi dan pendidikan khususnya bagi perempuan, perilaku masyarakat terkait merokok serta pola makan dan pola konsumsi.

“Diluar itu, berkembang ilmu pengetahuan dan tekhnologi kesehatan serta mobilitas penduduk sebagai dampak terbukanya akses antar negara memungkinkan berbagai jenis ala dan obat yang belum teruji dengan benar serta penyakit baru muncul di Indonesia. Oleh itu, melalui momentum HKN ini kita haru smanfaatkan untuk meningkatkan tekad dan semangat kita semua untuk lebih memberi makna kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan,” kunci Nila.

(Penulis : Nur Asri, SH)