Hujan, Petani Rumput Laut Terkendala Pengeringan

Wajo, MC – Petani rumput laut di Kecamatan Penrang terkendala masalah pengeringan hasil panen, imbas-nya, nilai jual hasil panen rumput laut warga alami penurunan.

Jika musim kemarau, harga jual rumput laut capai Rp12-13ribu/kg, namun, saat musim hujan, harga rumput laut turun drastis Rp7 hingga 8ribu/kg.

A Baso Iqbal Burhanuddin, Plt Camat Penrang – Kabupaten Wajo mengungkap hal itu, Jumat, 13/6, lalu.

Dijelaskan, saat ini, budidaya rumput laut, khusus-nya di Kelurahan Doping, jadi primadona mata pencaharian masyarakat. Hanya saja, pada musim penghujan seperti ini, petani terkendala masalah pengeringan.

“Itu kendala utama petani di daerah kami, ketersediaan mesin pengering untuk rumput laut. Bila mesin tersebut tersedia, petani yang menghasilkan rumput laut tidak kewalahan meski pada saat musim hujan seperti ini,” pungkas Iqbal.

Sejauh ini, lanjut-nya, untuk mengantisipasi kendala, pemerintah kecamatan baru mengusul pengadaan mesin pengering rumput laut ke-pemerintah propinsi.

“Kami menunggu realisasi-nya, menjadi kendala memang karena saat ini musim penghujan dan tentu hal itu berimbas pada nilai jual rumput laut warga. Kalau mesin pengering tersedia, kami sudah siapkan lahan untuk itu,” pungkas Iqbal.

Wacana Kelola Mesin Pengering Melalui Koperasi

Rencana pemerintah kecamatan Penrang untuk menghadirkan mesin pengering rumput laut rupanya sudah disusun dengan baik.

A Baso Iqbal B, Plt Camat Penrang mengungkap bahwa dalam pengoperasian-nya nanti, mesin pengering rumput laut akan dikelola dalam bentuk koperasi.

“Kita siapkan lembaga koperasi untuk mngelola-nya, jadi, petani tidak kewalahan lagi. Cukup menanggung biaya pengakutan untuk dikeringkan. Masalah penjualan-nya, pembeli bisa langsung berkomunikasi dengan pihak pengelola,” jelas Iqbal. (aci)