ICMI : Jangan Benturkan Islam Dengan Negara

logo-icmiLogo ICMI

Jakarta, MC – Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) mengimbau warga yang akan melakukan aksi unjuk rasa dalam Aksi Bela Islam Jilid III di Monas Jakarta, 2 Desember 2016 mendatang untuk tetap berhati-hati dan tidak terbawa emosi.

Ia berharap warga tidak terpancing dan larut dalam situasi sehingga rawan benturan dan dibenturkan dengan negara yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Setidaknya, demikian penuturan Ketua Umum (Ketum) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., dalam Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Gedung Nusantara V, MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/11).

“Kita menghargai keputusan warga yang akan melakukan aksi unjuk rasa, itu bagian dari hak berekspresi dalam demokrasi, namun saya imbau agar warga tetap berhati-hati dan tidak terbawa emosi. Jika ingin berpartisipasi silahkan, namun turunkan emosinya dan hadapi dengan rasionalitas yang tinggi,” ujar Jimly seperti dalam rilisnya kepada MEDIACELEBES, Selasa, 29/11.

Menurutnya, ICMI sebagai lembaga intelektual muslim berharap agar umat Islam tetap kedepankan dialog dalam menghadapi masalah kebangsaan, karena itu, tugas ICMI sebagai bagian dari pemimpin umat adalah mengarahkan.

“Kita menjaga, agar Islam ini tidak dibenturkan dengan negara dan kebangsaan seolah-olah kalau melaksanakan Islam itu anti terhadap negara atau sebaliknya jika bernegara lalu menomerduakan Islam dan agama. Disinilah fungsi kehadiran ICMI dituntut ,” kata Jimly.

Mantan Ketua MK itu menekankan, dunia Islam harus bersatu untuk kemajuan peradaban umat Islam oleh sebab itu Islam tidak bisa dipisahkan dengan konsep kebangsaan.

Jimly juga menegaskan, ICMI harus tetap adil kepada semua golongan atau agama, meski bukan melindungi namun tetap harus bersikap ramah. Karena itu, ia menghimbau agar kader ICMI juga harus bisa menjadi perekat kebangsaan dilingkungan non muslim, karena ICMI hadir sebagai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Kita (Islam) jangan dibenturkan dengan negara, bagaimanapun ICMI-nya itu keislaman Keindonesiaan tidak dapat dipisah. ICMI juga jangan sampai seolah-olah dibenturkan anti agama lain, ICMI itu harus menjadi perekat bangsa dan agama,”katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar Pusat ICMI Zulkifli Hasan meminta ICMI perlu menyiapkan sebuah konsep dan gagasan bagaimana agar umat Islam dapat mengusai sains dan teknologi.

“Oleh sebab itu setiap dari kita (Dewan pakar ICMI, red) ketika menulis artikel tentang sains dan teknologi maka kaitkanlah penjelasannya tersebut dengan ayat Al-Quran,” katanya.

Pihaknya juga melihat, setelah terjadi fenomena aksi damai 411 melihatkan bahwa umat islam itu bersatu. “ICMI harus bisa mempersatukan diantara perbedaaan tersebut dan menjadi payung di antara mereka,” ujarnya.***