IKAPTK Wajo : “Terima Kasih Telah Gelorakan Darah dan Karakter Kami”

IMG_20160127_095953 Ketua IKAPTK Wajo, Syamsul Bahri

Wajo, MC – Keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo untuk menggelorakan kembali kewibawaan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kegiatan Apel Besar ASN yang dilaksanakan akhir pekan lalu (Sabtu, 23/1, red) mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Tak terkecuali, dari para aparatur sendiri.

Tak sedikit diantara mereka yang ikut dalam apel mengaku takjub dan merasa bangga atas status yang disandang-nya sebagai seorang abdi negara.

Semangat yang terbangun melalui kebersamaan, kekuatan dan kepercayaan diri aparatur nampak jelas terlihat setelah ASN ini berkumpul dalam satu barisan yang keseluruhan berjumlah 7.000 lebih personil tersebut.

Seperti yang diungkap oleh Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri.

Ia berterima kasih kepada Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru atas terlaksananya apel besar yang menurutnya sangat bermanfaat untuk membangkitkan dan menggelorakan kembali darah, karakter dan kewibawaan ASN.

Mantan Camat Bola ini menilai, gerakan apel besar merupakan wadah bagi aparat untuk menunjukkan kemampuan, karakter dan kewibawaan mereka sebagai seorang pamong yang dilandasi dengan sikap loyalitas, disiplin dan integritas.

“Sebagai aparatur, kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Bupati Wajo yang telah berkomitmen untuk menggelorakan kembali darah, karakter dan kewibawaan kami sebagai pamong,” kilah Syamsul Bahri usai mengikuti Apel Besar ASN lengkap dengan pakaian seragam dan atribut kepangkatan-nya.

Lanjut, Kepala BPMPDK (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan) Kabupaten Wajo ini mengungkap bahwa kewibawaan seorang ASN adalah sesuatu yang harus dan seharusnya melekat dalam diri setiap aparatur. Meski, untuk mencapai tingkat kewibawaan seperti yang dimaksud, setiap aparatur harus menjaga karakter yang dimiliki-nya.

Kata Syamsul, karakter itu hanya bisa terbangun jika seorang ASN memiliki dan kedepankan sikap loyalitas, disiplin serta integritas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi yang diembang sebagai seorang pamong.

“Tanpa itu (loyalitas, disiplin dan integritas, red), jangan harap seorang aparatur memiliki kewibawaan, karena wibawa itu tidak bisa dibuat-buat ataupun di-delegasikan kepada satu orang kepada yang lain-nya. Jadi kegiatan yang digerakkan langsung oleh Bupati Wajo ini sangat tepat dan bermanfaat untuk membangkitkan semangat dan jati diri aparatur,” pungkas Syamsul Bahri. (aci)