Ini Gaya Kapolres Wajo Hadapi Demo Pilkades

Ditengah demo, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Guntur sempatkan diri duduk santai sambil membaca buku (Gambar direkam di Gedung DPRD Wajo, Senin, 18/5)

Wajo, MC – Demo tuntut keadilan yang dilakukan oleh lima utusan calon kepala desa yang kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), di Gedung DPRD Wajo, Senin, 18/5 kemarin menjadi moment penting bagi Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Guntur.

Pasalnya, selain baru pertama kali menghadapi demo sejak ditugaskan di Kabupaten Wajo, demo yang dikawal oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Wajo ini dianggap sebagai demo yang paling santun.

“Saya sudah puluhan kali menghadapi demo, namun baru kali ini saya hadapi demo yang menunjukkan sikap demokratis, baru di Kabupaten Wajo. Masing-masing menyampaikan sikap dan aspirasinya dengan teratur dan santun, tidak sama seperti didaerah lain,” ujar Kapolres dihadapan para pendemo di Ruang Aspirasi DPRD Wajo.

Terkait aspirasi berikut laporan yang diterima oleh pihak kepolisian Wajo, sambung Guntur, itu akan ditindak lanjuti dan dikoordinasikan secepatnya dengan intansi-intansi terkait.

“Termasuk dengan pihak Kejaksaan Negeri Sengkang, kami akan menindak lanjuti paling lambat besok (hari ini). Kejaksaan perlu dihadirkan agar pihak kepolisian tidak salah melangkah dalam menangani kasus Pilkades ini,” terang Kapolres.

Untuk diketahui, demo yang dilakukan oleh utusan calon kepala desa yang kalah dalam Pilkades ini dihadiri puluhan orang yang berasal dari lima desa diantaranya ; Desa Akkotengen dan Salobulo Kecamatan Sajoanging, Desa Lagoari Kecamatan Takkalalla, Desa Tengnga Kecamatan Majauleng dan Desa Mannagae Kecamatan Tanasitolo.

Mereka datang menggunakan kendaraan roda empat dan dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Polres Wajo sendiri menurunkan pasukannya lengkap dengan senjata, diantara mereka juga hadir pasukan intelkam berpakaian hitam putih berdasi merah. (aci)