Ini Kisah Dandim 1406 Wajo Saat Berkunjung ke MEDIA CELEBES

Dandim 1406 Wajo, Letkol Arm Sarkistan Sihaloho Komandan KODIM 1406 Wajo, Letkol Arm Sarkistan Sihaloho

“Menjadi seorang pejabat itu tidak perlu ada jarak dengan bawahan atau dengan masyarakat kecil. Biasa-biasa saja, toh kita ini manusia biasa yang pada dasarnya sederajat dihadapan Tuhan, cuma karena kebetulan mendapat kepercayaan dalam menjalankan tugas, maka jabatan itu disandang, jadi tidak perlu arogan-lah”.

Demikian selintir kalimat yang diucapkan oleh Ibu Persit Candra Kirana Kodim 1406 Wajo, Senorita Sihaloho menggambarkan karakter kepemimpinan suami-nya, Komandan Kodim 1406 Wajo, Letkol Arm Sarkistan Sihaloho saat berkunjung ke Redaksi MEDIA CELEBES, Minggu (14/2).

Senorita mengisahkan dirinya pernah ditegur sama rekan-nya, kenapa terlalu akrab dengan bawahan (anggota TNI, red), nanti mereka banyak mau dan kurang menghargai.

“Saya bilang, lho kan tidak apa-apa, mereka juga bahagian dari kita, cuma kebetulan jabatan yang disandang Bapak (Sarkistan Sihaloho, red) sebagai Dandim kenapa mesti kita harus ada jarak dengan mereka. Alih-alih, saya pernah bepergian, tiba-tiba dijalan ban mobil saya pecah, langsung saya telpon anggota untuk minta tolong dan seketika itu juga mereka pada datang membantu. Tentu jika kita menjaga jarak dengan anggota, mereka pasti enggan membantu, itu faedahnya jika kita akrab dengan bawahan,” kisah istri Dandim 1406 Wajo yang akrab disapa Ibu Rita ini.

Senada dengan istrinya, Dandim 1406 Wajo, Letkol Arm Sarkistan Sihaloho pun menambahkan bahwa jalinan silaturahmi dengan siapapun patut dijaga, baik itu kepada pemerintah setempat, para anggota TNI bahkan kepada masyarakat kecil sekalipun.

“Pertama bertugas di Wajo, saya langsung aktif ikut dalam kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Disitu saya mulai akrab dengan Bupati Wajo (A Burhanuddin Unru, red) bersama jajarannya. Beliau orang baik, sampe-sampe kemarin saat tahu saya akan pindah tugas, beliau mengaku tidak rela melepas. Begitu juga komunikasi saya dengan aparat lingkup pertanian, saya terjun langsung bersama mereka turun ke-sawah dan berbaur dengan masyarakat ditingkat desa. Mungkin karena saking aktif-nya saya dalam pertanian, sampe-sampe Kadis Pertanian Wajo (Putu Artana) bilangin, Pak Dandim bisa jadi insinyur pertanian,” ucapnya sembari tertawa. (Redaksi)