Ini Komentar Wabup Terkait Pengakhiran Program PNPM-MPd

logo-pnpm-mpd1Gambar Logo PNPM-MPd

Wajo, MC – Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda pasca pengakhiran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) / Integrasi oleh pemerintah pusat berharap agar semangat serta nilai-nilai yang terkandung dalam program tersebut tetap lestari dan terpelihara sepanjang masa.

Menurutnya, program PNPM-MPd bisa saja berakhir, namun semangat partisipatif, transparant, akuntable, peningkatan peran gender serta gotong royong yang lahir dari program PNPM harus tetap ada dan melekat dalam jiwa masyarakat.

“Alasannya?, karena itu sebaik-baiknya modal pendekatan pembangunan,” ujar Wabup melalui via ponselnya, Sabtu, 7/11.

Begitupula dengan modal sosial yang telah dibangun seperti BKAD dan UPK sebaiknya harus tetap dibina dan diberdayakan, terlebih jika dikaitkan dengan pelestarian dan pemeliharaan aset fisik maupun modal usaha yang saat ini tengah bergulir ditengah masyarakat.

“Tentu yang paham betul akan seluk-beluk aset ini adalah para eks pelaku PNPM, sehingga untuk menjaga agar aset tersebut teriventarisir dengan baik, maka peran aktif mereka dalam pengelolaan dan pengawalan harus tetap ada. Meski dalam pelaksanaan-nya tidak lagi mengatasnamakan PNPM,” saran Wabup.

Lanjut mantan koordinator PNPM-MP tingkat Sulawesi Selatan ini menerangkan bahwa dalam waktu dekat pemerintah daerah akan membahas tentang pengakhiran PNPM-MPd oleh pemerintah pusat ini. Salah satu materi yang diangkat dalam pembahasan itu nantinya menyangkut tentang regulasi dan manajemen pengelolaan aset PNPM-MPd pasca pengakhiran.

“Insya Allah pemerintah akan membicarakan secara khusus pengakhiran program tersebut,” terang Wabup.

Terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap bahwa program PNPM-MPd pada dasarnya membantu pemerintah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Meski didalamnya masih terdapat kekurangan, namun hal itu sebaiknya menjadi pertimbangan dan tolak ukur bagi pemerintah untuk lebih maksimal dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, utamanya ditingkat perdesaan.

“Tidak dipungkiri bahwa selama program tersebut berjalan, PNPM telah banyak membantu dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, namun pengakhiran program PNPM itu jangan-lah membuat kita menjadi stagnan sehingga tidak berbuat dan bekerja maksimal untuk pembangunan daerah dan masyarakat. Kedepan masih banyak program yang harus dilaksanakan dan itu butuh pemikiran bersama,” terang Syamsul Bahri.

Penulis : Nur Asri