Ini Obrolan Warga Terkait Kasus Gantung Diri Dalam Sel Polisi

Gantung-diri-Ilustrasi Ilustrasi

Wajo, MC – Kejadian yang menimpa seorang pria, Ambo Makka (44) warga Sakkoli kecamatan Sajoanging yang tewas dalam sel tahanan kepolisian sektor (Polsek) Sajoanging menjadi obrolan hangat dan menuai polemik.

Ada yang mengatakan korban Ambo Makka positif gantung diri dan adapula yang menduga bahwa korban mendapat perlakuan keras dalam sel sehingga meninggal dunia.

Polemik tentang kasus itu terlihat dari obrolan beberapa orang warga disalah satu warung kopi di Sengkang. Warga yang mendengar informasi tersebut langsung tercengang dan mengaku heran akan kejadian itu, ditambah lagi ketika mereka melihat foto korban melalui ponsel membuat mereka saling keluarkan pendapat.

Seperti yang diungkap oleh A Amang, warga ini menilai kejadian itu murni gantung diri. Dia mengira korban tidak mampu kontrol diri setelah tertangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian akibat perbuatan yang dilakukannya sehingga memilih mengakhiri hidupnya.

“Bisa jadi seperti itu, korban bunuh diri karena tidak mampu membendung masalah yang dihadapinya. Atau bisa jadi juga korban memilih gantung diri karena merasa tidak tenang dan dibayang-bayangi amukan kerabat korban yang pernah dicabuli, semua itu bisa saja terjadi,” kata Amang.

Begitupula dengan A Juheri, warga ini menilai kasus itu masih tanda tanya, itu setelah foto yang beredar terlihat luka dipelipis korban, terlebih ada informasi yang mengatakan bahwa sebelum kejadian korban tidak alami luka.

“Tapi itukan hanya kabar, katanya keluarga korban mengaku jika sebelum kejadian korban tidak alami luka, sementara difoto ini tampak dikeningnya ada luka lebam, begitupula di-kakinya ada lecet. Ini yang menjadi pertanyaan,” ungkap warga ini.

Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut menerangkan bahwa dirinya bersama petugas medis dan keluarga korban telah melakukan identifikasi langsung di tempat kejadian peristiwa (TKP), Polsek Sajaonging.

“Tadi kami bersama keluarga korban dan petugas medis sudah menyaksikan langsung kondisi korban di TKP dan teridentifikasi bahwa korban benar bunuh diri dengan menggantungkan leher dengan kain dikamar mandi dalam sel,” ujarnya melalui via seluler, Selasa siang, 1/7.

Lanjut, mantan Kapolres Palopo ini juga menampik kabar yang mengatakan bahwa korban diduga alami kekerasan dalam sel sehingga meregang nyawa. Guntur membantah dan meluruskan informasi tersebut berdasarkan hasil visum petugas medis.

“Hasil visum dokter sangat jelas tanda-tanda orang bunuh diri, jadi tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh siapapun. Korban juga sebelum kejadian masih dalam kondisi sehat dan sempat menonton televisi sehabis sahur, begitupula pada malam harinya juga ada keluarga korban yang datang ke Polsek bahkan sempat ngobrol dengan Kapolsek. Disitu kondisi korban tidak kenapa-kenapa alias sehat,” tandas Guntur.

Selain beri penjelasan terkait kejadian, alumni Akpol (Akademi Kepolisian) tahun 1995 ini juga meminta kepada media untuk memberitakan hal yang benar dan sesuai fakta.

“Tolong media memberitakan hal benar dan sesuai fakta agar masyarakat tidak menafsirkan macam-macam,” pinta Guntur. (aci)