Ini Penyebab Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Wajo

Ilustrasi-Tabung-gas-Elpiji-3kg Gambar Tabung Gas Elpiji 3 Kg (Foto : Int)

Wajo, MC – Ketersediaan tabung gas elpiji 3 kg ditingkat pengecer mulai dikeluhkan oleh masyarakat di Kabupaten Wajo, itu setelah pasokan gas untuk rumah tangga miskin dan usaha mikro ini alami kelangkaan hampir sebulan terakhir.

Selain langka, tabung gas bersubsidi ini juga dipatok dengan harga 25 ribu pertabung atau naik sekitar 7 hingga 8 ribu dari harga sebelumnya.

Kabag Perekonomian Pemda Wajo, Arwes yang dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Dia menjelaskan, sulitnya masyarakat untuk memperoleh tabung gas bersubsidi ini karena adanya peningkatan kebutuhan ditingkat konsumen.

Sementara, distribusi tabung untuk kabupaten Wajo yang dipasok dari pihak Pertamina tidak alami perubahan atau tidak terjadi pertambahan dalam jumlah banyak.

“Kondisi itulah yang membuat tabung gas bersubisidi ini sulit ditemukan oleh masyarakat,” ujar Arwes melalui via ponselnya, Minggu, 26/7.

Arwes mengurai bahwa pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran distribusi tabung gas ini rutin melakukan kontrol, baik itu terhadap pertamina, para agen, pengakalan hingga ketingkatan pengecer.

Bahkan untuk menjaga ketersediaan tabung gas ini, pemerintah telah mengusul pertambahan kuota kepada pihak pertamina dan itu telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu.

“Namun kelangkaan tetap terjadi karena penggunaan tabung gas bersubsidi ini ditingkat pemakai semakin bertambah,” pungkas Arwes.

Lanjut, begitupula dengan kenaikan harga yang terjadi, itu karena masyarakat kesulitan memperoleh gas elpiji sehingga harus membeli dengan harga yang lebih mahal.

Namun demikian, aku Arwes, pemerintah telah mengimbau para agen dan pangkalan untuk tidak berspekulasi terkait kenaikan harga, apalagi sampai melakukan penimbunan.

“Bila agen dan pangkalan melakukan hal itu maka mereka akan kena sanksi, kami juga telah mengimbau kepada para pengecer untuk tidak mempermainkan harga dan tetap mengikuti harga toleransi yang berlaku,” ujar Arwes.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan MEDIA CELEBES terungkap bahwa kelangkaan terjadi karena penggunaan tabung gas bersubsidi ini tidak saja bagi rumah tangga miskin atau untuk usaha mikro seperti dalam aturan peruntukannya.

Akan tetapi, gas elpiji 3 kg ini juga dipergunakan sebagai bahan bakar mesin pompa air lahan pertanian warga sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM).

“Menggunakan tabung gas elpiji 3 kg untuk mesin pompa air lebih murah dibanding menggunakan bahan bakar minyak (bensin),” kata sumber.

Penulis : Nur Asri, SH (Pimred MEDIA CELEBES)