Ini Pernyataan Politis Bupati Wajo Terkait Pencalonan ASN

DSC_00622Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru

Wajo, MC – Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru membuka kran bagi siapapun yang ingin maju dan mencalonkan diri dalam Pemilukada Wajo 2018 mendatang, termasuk diantaranya kalangan aparatur sipil negara (ASN)

Sepanjang untuk menyalurkan hak politiknya, Bupati beri ruang seluas-luasnya bagi ASN untuk maju dan menggantikan dirinya sebagai Kepala Daerah kelak nanti setelah masa jabatannya berakhir (2019, red).

“Siapatau diantara kalian (ASN, red) ada yang berkeinginan maju dan mencalonkan diri, silakan saja, itu hak politik anda. Saya tidak akan menghalang-halangi,” ujar Bupati saat beri arahan dalam upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati, Jl Rusa Sengkang, beberapa hari yang lalu.

Ia menjelaskan, siapapun saat ini bisa saja turun memperkenalkan diri dan menyampaikan niatannya kepada masyarakat. Bupati dua periode di Wajo ini hanya berharap tercipta kondisi persaingan secara sehat, demokratis dan kedepankan budaya 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge).

“Dalam berpolitik, kita harus kedepankan Budaya 3S, tidak boleh ada saling mencela atau mempermalukan satu sama lainnya, silakan bersaing secara sehat, demokratis dan jangan sama sekali membuat konflik ditengah masyarakat,” ujar Bupati.

Dijelaskan, dirinya saat ini sudah mempersiapkan diri untuk kembali menjadi masyarakat biasa, tidak lagi harus mendapat penghormatan dari petugas (Satpol PP, red) ketika melintas dan atau dipersilakan duduk paling depan saat hadir ditempat acara.

“Saya sudah siap menerima kondisi seperti itu, jika nanti masa jabatan saya sebagai Bupati di Wajo berakhir, saya akan turun kesawah untuk bertani atau menggarap empang. Yang mau bertamu boleh datang kerumah, pintu terbuka seluas-luasnya,” papar Bupati.

Seperti diketahui, dinamika perpolitikan di Wajo saat ini sudah menggeliat, bahkan diantaranya mengemuka beberapa nama yang katanya akan maju dan mencalonkan diri dalam Pemilukada 2018 mendatang.

Begitupun kondisi dalam satu wilayah, masyarakat sudah beberapa kali kedatangan tamu dengan maksud bersilaturahmi, memperkenalkan diri atau secara langsung mengungkap niatannya kehadapan publik.

Belum cara lain yang dilakukan seperti membagi-bagikan kalender, memasang baliho, spanduk dan atau menjadi sponsor acara pertandingan olahraga ditingkat desa.

Namun demikian, harus dipahami bahwa kondisi tersebut tak lebih dari sebuah upaya yang dilakukan oleh para kandidat untuk bersaing dan menginjakkan kaki di garis start pemilukada, belum memasuki tahap pencalonan seperti yang dibicarakan oleh kebanyakan orang. (aci)