Ini Saran Wabup Terkait Penghentian Sementara Lelang Ex Ornament

ASK Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda

Wajo, MC – Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda meminta kepada masyarakat di pesisir danau Tempe untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dengan dikeluarkannya kebijakan penghentian sementara pelelangan ex ornament.

Dia berharap masyarakat mencermati secara positif kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan tidak berpresepsi lain atas kebijakan tersebut.

Menurutnya, penghentian sementara pelelangan ex ornament seperti yang diinstruksikan oleh Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru adalah langkah awal pelaksanaan pembangunan di kawasan danau tempe. Sehingga, untuk kelancaran pekerjaan pemerintah mengeluarkan larangan aktivitas secara berlebihan diarea tersebut.

“Dalam surat edaran Bupati sudah dijelaskan tentang penghentian sementara pelelangan ex ornament, selain bertujuan untuk optimalisasi bendung gerak, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga sudah akan melakukan pembersihan dikawasan danau tempe sebagai tindak lanjut perintah Wakil Presiden (HM Jusuf Kalla),” ujar Syahrir, Minggu, 2/8 kemarin.

Setelah pembersihan dilakukan, sambung Wabup, pemerintah kemudian akan melakukan pengukuran area dan kedalaman danau tempe sebagai bahagian dari pelaksanaan pembangunan.

“Jika area tersebut masih ada aktivitas tentu akan menghalangi pekerjaan, itu makanya pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk tidak melakukan pelelangan ex ornament hingga beberapa tahun kedepan,” tutur Syahrir.

Lebih lanjut, mantan koordinator PNPM ini mengungkap harapan agar masyarakat tidak menyalah artikan penghentian pelelangan ex ornament.

Itu, kata Syahrir sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Wajo dalam jangka panjang sehingga dalam pelaksanaannya nanti diharap masyarakat sejalan dengan pemerintah.

“Termasuk itu melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung dalam pekerjaannya sehingga kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak disalah artikan dan dianggap menguntungkan kelompok tertentu,” pungkas Syahrir. (aci)