Ini Trik Kepemimpinan Bupati Wajo Sehingga Berhasil Terpilih Dua Periode (1)

“Disadur dari Materi Kepemimpinan dalam acara Inspiring Leadership FISIPOL UNHAS Makassar”

Bupati WajoBupati Wajo, A Burhanuddin Unru

Wajo, MC – Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru membantah persepsi yang mengatakan bahwa ketika telah bekerja, teori yang pernah diterima dibangku kuliah tidak lagi digunakan. Itu kata Dia, merupakan penafsiran yang keliru.

Justru, ulas Bupati dua periode ini, teori dalam perkuliahan menjadi penunjang bagi seseorang ketika sudah terjun dalam dunia kerja atau ketika mendapat kepercercayaan untuk menjadi seorang pemimpin dalam organisasi atau kepada rakyat.

“Kalau ada yang mengatakan setelah bekerja teori yang pernah diterima tidak lagi dipakai, saya rasa itu keliru. Bagi saya, semua teori harus dipakai. Ilmu matematika kita pakai, ilmu fisika juga kita pakai, apalagi ilmu sosial politik dan pemerintahan, jadi semua harus kita pakai, karena ketika menjadi pemimpin tidak hanya satu persoalan yang dihadapi dan semua itu membutuhkan pengetahuan yang bersumber dari teori,” ulas Bupati dihadapan Mahasiswa FISIPOL Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar saat tampil sebagai pemateri dalam acara Inspiring Leadership di Kampus UNHAS Makassar, Senin (1/2) lalu.

Modal awal untuk menjadi seorang pemimpin, sambung Bupati, adalah mengenali potensi-potensi yang ada diwilayahnya seperti ; potensi jumlah penduduk, potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia.

Untuk potensi penduduk, kalau di Wajo jumlah penduduk-nya sebanyak 480 jiwa manusia, potensi ini-lah yang pertama dan hampir setiap saat membukakan masalah bagi pemimpin-nya dan itu kemudian menuntut kemampuan seorang pemimpin untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, harus mengerti apa kebutuhan dan keinginan masyarakat serta memilah masyarakat yang satu dengan yang lainnya secara langsung.

Begitupula dengan potensi sumber daya alam, di Wajo mungkin merupakan daerah yang paling kompleks diantara beberapa daerah lainnya. Itu dapat tergambar dari tersedianya lahan persawahan, lahan perkebunan, tambak, pantai dan potensi gas alam.

“Potensi alam ini harus dikelola dengan baik agar bisa berproduksi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap-nya.

Sedangkan untuk potensi sumber daya manusia, Bupati paparkan lebih pada pendekatan sosiolog, membangun sinergitas antara masyarakat dengan pemimpin, serta memahami karakter-karakter masyarakat. Jika itu dikuasai, maka tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan oleh seorang pemimpin pasti akan berjalan dengan baik.

“Ini sebenarnya pengetahuan sederhana, namun itu semua yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin, meramu sebuah visi agar masyarakat dan organisasi yang dipimpin-nya bisa lebih maju,” kunci Bupati. (SIPD)