Inilah Hasil Pemeriksaan BPK terhadap RSU Lamaddukkelleng Sengkang

Wajo, MC – Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kinerja pengelolaan rawat inap serta pengelolaan pendapatan dan piutang Rumah Sakit Umum (RSU) Lamaddukelleng Sengkang – Kabupaten Wajo tahun anggaran 2013-2014 menyimpulkan hasil “Cukup Efektif”.

Hasil pemeriksaan itu tertera jelas dengan huruf tebal dalam buku laporan hasil pemeriksaan auditorat utama keuangan negara VI perwakilan propinsi Sulawesi Selatan nomor : 78/LHP/XIX.MKS/12/2014 pertanggal 4 Desember 2014 halaman vii tentang simpulan pemeriksaan ikhtisar hasil laporan pemeriksaan BPK.

Plt Kepala RSU Lamaddukkelleng Sengkang Dr Baso Rahmanuddin mengungkap hal itu di Ruang kerjanya, Rabu, 10 Desember 2014.

Dia menilai dengan adanya laporan hasil pemeriksaan tersebut membuktikan bahwa kinerja pengelolaan rawat inap serta pengelolaan pendapatan dan piutang RSU yang dilaksanakannya selama ini berjalan dengan baik dan membuahkan hasil positif.

“Cukup efektif, seperti itulah hasil pemeriksaan BPK terhadap kinerja RSU Lamaddukkelleng dan kami tidak ngarang-ngarang beberkan hasil pemeriksaan ini,” ungkap Rahmanuddin sembari menunjukkan buku laporan hasil pemeriksaan BPK kepada wartawan.

Namun demikian, Rahmanuddin tak menampik bahwa dalam laporan juga dituangkan beberapa masalah yang dianggap signifikan misalkan saja pada pengelolaan pencatatan dan pelaporan BPK menilai bahwa RSU belum memiliki perencanaan atas pengelolaan pendapatan dan piutang yang memadai yang terlihat dari belum memadainya SOP tentang pengelolaan pendapatan dan piutang, belum tersedianya struktur organisasi dan uraian tugas dan fungsi yang jelas atas pengelolaan pendapatan dan piutang RSU serta kurangnya kompetensi pegawai yang mengelola pendapatan dan piutang.

Sedangkan pada pengelolaan rawat inap, BPK dari hasil pemeriksaannya menerangkan bahwa pelaksanaan rawat inap pada RSU lamaddukkelleng belum memadai yang terlihat dari jadwal pemberian makanan kepada pasien belum tepat waktu, pengelolaan limbah padat dan cair yang tidak berfungsi, pelaksanaan kegiatan pencatatan, pelaporan dan pengarsipan mengenai pemakaian obat, konseling dan visit pasien belum optimal.

“Semua itu diterangkan dalam laporan hasil pemeriksaan, dan tentu kami mengupayakan agar laporan yang menjadi temuan BPK tersebut bisa diperbaiki hingga maksimal. Dan intinya adalah, selaku pemangku amanah, saya berkomitmen untuk memperbaiki apa yang menjadi masalah dalam hasil laporan BPK tersebut, termasuk itu dalam hal pengelolaan sekecil apapun,” tegas Rahmanuddin.

Lebih jauh Rahmanuddin mengungkap masalah tekhnis yang ditemukannya dalam hal pelayanan air bagi pasien dan visit pasien di rumah sakit. Dia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak PDAM agar mendistribusikan air secara maksimal kepada pihak RSU Lamaddukkelleng.

Dia menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu ketersediaan air bagi pasien dan visit pasien alami kekeruhan dan dikeluhkan oleh beberapa pasien.

“Itu karena debit air saat itu khusus di kota Sengkang memang kurang karena musim kemarau. Kami juga pernah mendatangkan ahli geologi untuk melakukan tes sumber air pengeboran, namun untuk kawasan RSU tidak berhasil ditemukan. Nah, salah satu upaya yang kami lakukan kedepan adalah merintis suplay air dari PDAM dari sektor kecamatan Pammana,” terang Rahmanuddin.

Tidak itu saja, Rahmanuddin juga meyayangkan informasi tentang adanya keluarga pasien yang mengaku tidak dilayani secara maksimal oleh petugas di rumah sakit sehingga anak yang dibawa-nya meninggal dunia.

“Rupanya informasinya kurang benar, kami pernah melakukan kroscek kepada para petugas yang saat itu melayani pasien, bahkan pula mengorek informasi kepada para tetangga pasien, ternyata anak yang dibawa kerumah sakit untuk dirawat itu memang telah meninggal dunia saat kejadian dirumahnya baru dibawa kerumah sakit. Bukan karena tidak dilayani oleh petugas di rumah sakit,” kunci Rahmanuddin.

Penulis : Nur Asri, SH