Inilah Profil Bupati dan Wakil Bupati Wajo Periode 2014-2019

“Bupati Wajo, Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM”

Mungkin diantara kita masih ada yang bertanya-tanya, siapa sebenar-nya Bupati yang akan memimpin Kabupaten Wajo untuk kedua kali-nya untuk periode 2014 – 2019, berikut kita coba mengulas sekelumit tentang jejak rekam dan data diri incumbent Bupati Wajo, Drs H A Burhanuddin Unru, MM.

Drs. H ANDI BURHANUDDIN UNRU, MM terlahir dari keluarga sederhana di Dusun Salompare’E Desa Padaelo Kecamatan Sajoanging (Sekarang Kec. Penrang) pada tanggal 21 Desember 1949 silam.

Ayah-nya (Alm H Andi Unru) adalah seorang Prajurit (Tentara) yang dikenal disiplin, penuh perhatian, cinta dan kasih dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Dia-lah Andi Bur, sapaan akrab Drs. H. A. Burhanuddin Unru, MM adalah anak ke-2 dari 11 bersaudara. Dalam keseharian-nya, Andi Bur dikenal ramah, akrab, dan selalu mengedepankan kerendahan hati dalam bergaul dan bermasyarakat.

Dari kehidupan yang sederhana, bersahaja, dan penuh disiplin itu-lah yang membentuk sosok Andi Bur menjadi seorang pemimpin yang tegas, tangguh, cerdas, energik dan teguh dalam pendirian.

Semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan hidup berbuah ke-suksesan. Namun, tak dipungkiri bahwa kesuksesan Andi Bur saat ini tidak terlepas dari jiwa kepemimpinan ayah-nya, Alm H.Andi Unru yang juga adalah mantan Bupati Wajo.

Dikisahkan, pada masa sekolah Andi Bur dikenal sebagai sosok yang cerdas dan cekatan. Berawal saat dirinya menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SDN No.2 Sengkang (Tamat tahun 1962), kemudian melanjutkan pendidikan ke bangku SMP Negeri Sengkang (Selesai tahun 1965) sebelum akhirnya hijrah ke Makassar melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Makassar dan tamatpada tahun 1968.

Usai tamat SMA, pada tahun 1969 Andi Bur kemudian melanjutkan pendidikan-nya di bangku kuliah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.

Sementara kuliah, Andi Bur dipertemukan dengan salah seorang gadis yang bernama Andi Faikah, putri dari KH.Syamsuddin Badar (Ketua Yayasan As’Adiyah pada waktu itu) yang pada saat itu atas restu kedua orang tua mereka menikah tepatnya pada tanggal 7 Maret 1970.

Berselang lebih kurang setahun pasca pernikahan, tepatnya pada 1 Mei 1971, keduanya kemudian dikaruniai anak pertama yang diberi nama Andi Fadilah Burhanuddin dan menyusul tahun berikut-nya, tepat pada 23 Mei 1972, Andi Bur dan Andi Faikah kembali dikarunai anak yang berjenis kelamin perempuan bernama Andi Nelal Huda.

Setelah lahir-nya kedua putri tersebut, Andi Bur diberi kesempatan menjadi Calon Pamong Praja melalui pendidikan pada Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (Sekarang IPDN) dengan status tugas belajar di Makassar (tahun 1973).

Sementara menjalani tugas belajar, di tahun yang sama, pasangan ini kembali melahirkan putri ketiga-nya yang diberi nama Andi Hidayanti tepatnya 3 Desember 1973.

Di Lembaga pendidikan APDN-lah, sosok kepemimpinan Andi Bur tergembleng sebagai kader Pamong Prajadan kader pemerintahan. Pendidikan di APDN berhasil diselesaikannya pada tahun 1976 dengan predikat“Memuaskan”.

Di-tahun kelulusan itu, tepatnya pada 14 Januari 1976, pasangan Andi Bur – A Faikah kembali dianugerahi seorang putra yang diberi nama Andi Muhammad Baso Iqbal (saat ini, Plt Camat Penrang).

Dua tahun berselang, Andi Muhammad Baso Iqbal kemudian dikaruniai seorang adik dengan lahir-nya Andi Fahrul Rijal (saat ini Lurah Bulupabbulu) pada tanggal 5 Oktober 1978, kemudian berturut Andi Tenrijaja (1 Januari 1980) dan Andi Nurani (20 Pebruari 1983).

Seusai menamatkan pendidikan di APDN , Andi Bur ditugaskan menjabat sebagai Kepala Bagian Humas sekaligus merangkap jabatan sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Pammana. Dalam setahun tersebut, tugas jabatan yang dipangku Andi Bur cukup padat sampai Dia ditugaskan juga sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Maniangpajo.

Tugas yang dipangku Andi Bur kala itu-pun terus berlanjut hingga menjabat sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Takkalalla selama 6 tahun hingga kemudian diberi kesempatan tugas belajar pada Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Tugas belajar itu di-selesaikan-nya hingga tahun 1987.

Usai merampungkan program S-1 (Strata 1) pada Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UNHAS, tepatnya diawal tahun 1988, Andi Bur ditugaskan menjabat sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Tempe, jabatan itu dipangku selama 5 tahun (1988-1994).

Di-awal jabatan-nya sebagai Camat, tepatnya 6 Maret 1988, Andi Bur kembali dianugerahi putri keenam yang diberi nama Andi Mudira Ulya.

Usai menjabat sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Tempe, pada tahun 1994 Andi Bur dipromosikan menjadi Kepala DinasTata Kota sebelum akhirnya pada tahun 1999 diangkat menjadi Asisten Bidang Pemerintahan Umum Setda Wajo.

Jabatan sebagai Asisten Pemerintahan dipangkunya selama lebih kurang 6 tahun, jabatan tersebut bagi-nya dianggap sebagai batu loncatan untuk menduduki kursi Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo pada tahun 2004.

Hanya saja, posisi Sekda yang dipercayakan-nya kala itu tidak bertahan lama karena tersandung masa pensiun yang jatuh pada tahun 2005.

Pasca pensiun dan menanggalkan jabatan Sekda, Andi Bur rupanya tak menutup diri dan menghentikan seluruh aktivitas sosial-nya. Dia terus membangkitkan semangat-nya untuk terus menjalin komunikasi dengan masyarakat Wajo.

Dengan semangat yang dimiliki-nya itu, maka pada Pemulikada Wajo yang dilaksanakan 2008 lalu, Andi Bur akhir-nya terpilih menjadi Bupati Wajo untuk periode 2009-2014.

Selama lima tahun memimpin pada periode pertama tersebut, Andi Bur berhasil memboyong segudang prestasi seperti ; 2 kali Di-anugerahi penghargaan Satya Lencana Pembangunan Pertanian.

Penghargaan yang diterima-nya itu-pun berlanjut hingga berhasil meraih penganugerahan Tanda Kehormatan “Satya Lencana Pembangunan” dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atas prestasinya dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Wajo.

PENGALAMAN ORGANISASI :

1. Ketua Osis SMA Negeri 1 Sengkang Tahun 1968
2. Ketua FKPPI Kab. Wajo Tahun 1988-sekarang
3. Wakil Ketua KPPI Makassar 1968
4. Ketua HMI Komisariat Fakultas Pertanian UNHAS1970
5. Wakil Ketua Senat Mahasiswa FakultasPertanian Unhas1971
6. Pengurus DEMA UNHASTahun 1972
7. Ketua HIPERMAWA Pusat Tahun 1973
8. Dewan Penasehat KNPI Kab. Wajo Tahun 1989
9. Ketua KONI Kab. Wajo 1997
10. Ketua ISSI Kab. Wajo Tahun 1997
11. Ketua PSSI Cabang Wajo Tahun 1998
12. Pengurus FAPPI Sulsel 1998
13. Dewan Pertimbangan ICMI Kab. Wajo Tahun 2001
14. Dewan Pertimbangan As’adiyah Kab. Wajo
15. Ketua KORPRI Kab. Wajo Tahun 2004
16. Dewan Penasehat KPPSI Kab. Wajo Tahun 2005
17. Dewan Pertimbangan KAHMI Kab. Wajo Tahun 2006 sampai sekarang
18. Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kab.Wajo 2009 – sekarang
19. Ketua Dewan Pertimbangan Kosgoro Kab.Wajo 20. Ketua DPD Golkar Kabupaten Wajo
21. Ketua Dewan Pertimbangan DPC MKGR Kab.Wajo
22. Ketua DPD APCI Sulawesi Selatan 2013-2018

Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda

Jika tadi kita mengulas tentang profil Bupati Wajo, Drs. H. A. Burhanuddin Unru, MM, kini kita mencoba untuk lebih mengenal sosok dan jejak rekam pendamping Andi Bur dalam menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun kedepan sebagai Wakil Bupati Wajo periode 2014-2019.

Sebut saja, nama DR. H. ANDI SYAHRIR KUBE DAUDA, SE,M.Si dengan sapaan akrab-nya “Andi Riri”. Di-Wajo pada khusus-nya, Dia lebih dikenal sebagai penanggung jawab PNPM-MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Pedesaan) se-Sulawesi Selatan.

Dalam perjalanan karir-nya, Andi Riri pernah mengantar daerah ini menjadi terbaik pertama tingkat nasional pelaksanaan PNPM-MP dan Lomba Desa Tingkat Nasional.

Sama seperti Andi Bur, kedua orang tua Andi Riri juga memiliki nama besar yaitu Drs.H.Andi Kube Dauda, M.Si dan Andi Faridah Massuanna.

Seperti diketahui bersama, Andi Kube Dauda merupakan seorang birokrat sejati yang berkiprah di bidang pemerintahan . Mulai dari jabatan Sekwilda Tk.II (Sekarang Sekda Kabupaten) Barru , Sekwilda Tk.II Kabupaten Sidrap , Kepala Biro Pemerintahan PemprovSulsel, hingga menjabat sebagai Bupati Polmas dan Bupati Bulukumba.

Jiwa dan karakter kepemimpinan Ayah dari Andi Riri ini rupa-nya mendarah daging dalam diri-nya. Dalam menjalin hubungan sosial, Andi Riri dikenal memiliki karakter yang sopan dan santun berbicara, bermasyarakat serta memiliki sikap rendah hati dan sederhana.

Semasa kecilnya, Andi Riri sering berpindah-pindah sekolah lantaran mengikuti tempat tugas Bapak-nya. Diantaranya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Barru kala bapaknya menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Daerah Tk.II Barru, demikian pula pernah tinggal dan mengenyam pendidikan SMA di Kabupaten Sidrap karena mengikuti orang tua sebelum akhirnya pindah ke Makassar.

Andi Riri merupakan anak ke-2 dari 8 bersaudara. Saudara perempuan tertuanya bernama Andi Firmawati Kube Dauda dilahirkan pada tahun 1961. Kemudian berturut-turut setelah Andi Riri adalah seorang dokter gigi yang bernama Drg.Andi Emmiwati yang lahir pada tahun 1965.

Selanjutnya Letkol Inf Andi Sirajuddin Kube Dauda yang memilih berkarir sebagai seorang militer dan merupakan alumni dari Akademi TNI di Magelang .

Demikian pula hal berbeda ditunjukkan oleh adik– adiknya yang lain. Mereka memilih disiplin ilmu yang berbeda.

Andi Fatimah misalnya, dia memilih menjadi seorang insinyur, demikian pula halnya Andi Sahrul dan Andi Indrawati. Sedangkan saudaranya yang lain yang bernama Drs.Andi Ismail telah lebih awal dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Pada tahun 1992, Andi Riri yang kala itu berstatus seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Polmas mempersunting Hj Andi Ukmah Kaliabo Anas,SH, anak dari Bapak Andi Kaliabo Anas, mantan pejabat tinggi Bank Negara Indonesia ( Direktur Muda BNI). Keduanya menikah pada tanggal 19 Juli 1992 di Kota Surabaya.

Saat ini, pasangan ini telah dikaruniai 4 (empat) orang anak. Keempat orang anak pasangan ini mengambil nama dari mantan pemimpin dunia. Seperti putra pertama-nya Andi Muhammad Yeltsin yang lahir di Banjarmasin pada tanggal 26 Maret 1994, saat ini sedang menempuh pendidikan penyetaraan di Jerman.

Anak kedua-nya bernama Andi Mahatir lahir di Makassar pada tanggal 14 Agustus 1995 dan sedang menempuh pendidikan di SMA Athirah Makassar. Kemudian Andi Muhammad Habibi yang lahir pada tanggal 16 April 2002 masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar Athirah Makassar .

Sedangkan anak bungsu-nya, diberi nama Andi Aenia Putri Arroyo lahir di Makassar pada tanggal 5 Juli 2005 dan saat ini masih duduk di kelas 3 SD Athirah Makassar.

Seperti diketahui, perjalanan karir dan jabatan yang dipangku Andi Riri selalu cemerlang, mulai dari staf biasa di Pemerintah Kabupaten Polmas (tahun 1994) hingga dipercayakan menjabat sebagai Kepala Seksi Bina Program pada Dinas Peternakan Kabupaten Polewali hingga tahun 1996.

Pada tahun yang sama, dirinya dipercayakan memangku jabatan sebagai Kepala Bidang Ekonomi Bappeda hingga tahun 2000.

Selanjutnya pada tahun 2004 hingga 2006 , Andi Syahrir Kube hijrah dan berkarir di tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan jabatan Kasubid Analisa Data dan Publikasi di Kantor BAPPEDAProvinsi Sulsel dan kemudian menjabat sebagai Kasubid Pembiayaan Pembangunan pada unitkerja yang sama hingga tahun 2008.

Di tahun yang sama, Andi Riri mendapat promosi sebagai Kepala Bidang Ketahanan Masyarakat di BPMDK Provinsi Sulsel selama setahun. Salah satu prestasi yang diraih adalah mengantar Provinsi Sulawesi Selatan menjadi terbaik satu dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional.

Karir cemerlang Andi Riri tidak berhenti sampai disitu. Saat mendapat kepercayaan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk menangani PNPM Se-Sulawesi Selatan, Andi Riri juga berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih predikat sebagai terbaik pertama dalam pengelolaan PNPM Mandiri TingkatNasional. Kala itu dia menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan SDM dan TTG pada kantor BPMDK Sulsel sejak 2009 hingga Pebruari 2014.

RIWAYAT PEKERJAAN :

1. Kepala Seksi Bina Program Dinas Peternakan Kabupaten Polewali tahun 1994-1996
2. Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDAKabupaten Polewali Mamasa tahun 1996-2000
3. Kasubid Analisa Data dan Publikasi BAPPEDA Provinsi Sulsel tahun 2004-2006
4. Kasubid Pembiayaan Pembangunan BAPPEDA Provinsi Sul-Sel tahun 2006-2008
5. Kepala Bidang Ketahanan Masyarakat BPMDKProvinsi Sul-Sel tahun 2008-2009
6. Kepala Bidang Pemberdayaan SDM dan TTG BPMDK Provinsi Sul-Sel tahun 2009

(Data : Disadur dari Humas Pemkab Wajo)