Inovasi Pelayanan Publik, Si Cakep dari Wajo Top 99 di Kemenpan – RB

Presentase dan Wawancara oleh Tim Penilai Kemenpan-RB (Foto : Red/MC)

Wajo, MC – Pemerintah daerah kabupaten Wajo berhasil terjaring dalam kompetisi inovasi pelayanan publik yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) tahun 2017 ini.

Kabupaten Wajo berhasil terjaring dalam Top 99 bersama 20 kementerian, 3 lembaga, 21 propinsi, 34 kabupaten, 15 kota, 2 BUMN, dan 4 BUMD se Indonesia.

Bertempat di Kantor Kemenpan RB, Jakarta, Jumat, 5 Mei 2017 digelar presentase dan wawancara oleh tim penilai independen Kemenpan RB kepada masing-masing ; Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru bersama Sekretaris Daerah Wajo, Firdaus Perkesi dan Kepala BKPSDM Wajo, H Amiruddin A.

Dalam presentasenya Bupati Wajo mengutarakan bahwa program Si Cakep lebih pada peningkatan pelayanan dan kemudahan kepada pegawai, khususnya yang berkaitan dengan pengurusan berkas kepegawaian.

Program itu diharap mampu memotivasi pegawai untuk lebih berkomitmen dan bekerja secara profesional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai aparatur penyedia layanan kepada masyarakat.

“Untuk mempertegas pelaksanaan program tersebut kita buat regulasi dalam bentuk peraturan bupati, dan diharap program tersebut dapat berkelanjutan”, jelasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi menambahkan aplikasi tersebut adalah inovasi yang dibangun dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah daerah.

Program itu lahir dari beberapa kondisi yang dihadapi seperti ; pegawai meninggalkan waktu kerjanya hanya untuk melakukan pengurusan berkas, kesuliyan memperoleh data terkait kepegawaian dan berbagai kendala lainnya.

“Oleh itu kami perintahkan SKPD terkait untuk melahirkan sebuah inovasi yang diberi nama Si Cakep, agar kendala yang dihadapi dapat tertangani dengan baik”, ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Wajo, Amiruddin A paparkan bahwa Si Cakep tidak hanya terfokus pada aplikasi semata, namun program tersebut lebih pada tata kelola kepegawaian secara terbuka dan mudah.

“Jadi pegawai tidak perlu repot-repot lagi kekantor BKPSDM untuk mengurus berkas, mereka cukup login dan mengisi format data yang dibutuhkan melalui aplikasi Si Cakep, itu yang menurut kami menjadi poin positif dari penerapan aplikasi ini. Selain itu, program ini juga dapat memutus mata rantai penyakit pegawai, seperti ; pegawainya ijin mengurus berkas tapi kerjanya keluyuran entah kemana”, papar Amiruddin. (Red/MC)