Istri Minta Cerai Dominasi Kasus Perceraian di Wajo

Wajo, MC – Kasus perceraian yang dilakukan oleh kaum perempuan/istri atau lebih dikenal dengan istilah cerai gugat di Kabupaten Wajo, tergolong cukup tinggi.

Data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Sengkang menyebutkan bahwa dari 871 kasus perceraian, cerai gugat mendominasi sebanyak 678 kasus dan sisanya cerai talak sebanyak 193 kasus.

Tingginya jumlah kasus cerai gugat disebabkan oleh sejumlah faktor mulai dari poligami, krisis ahlak, cemburu, masalah ekonomi, tanggung jawab, impoten, gangguan pihak ketiga sampai tidak ada keharmonisan dan bahkan ada tanpa sebab.

Selain itu, perceraian juga dipicu dari banyaknya pasangan yang tidak bisa tinggal dirumah mertua, tidak bisa memberikan nafkah, kekerasan dalam rumah tangga dan juga ada karena impoten.

Berikut data kasus perceraian per Januari – Oktober 2014 :

* Januari : Sebanyak 93 kasus (68 cerai gugat + 25 cerai talak)
* Februari : Sebanyak 104 kasus (83 cerai gugat + 21 cerai talak)
* Maret : Sebanyak 89 kasus (75 cerai cerai gugat + 14 cerai talak)
* April : Sebanyak 93 kasus (81 cerai gugat + 12 cerai talak)
* Mei : Sebanyak 82 kasus. (58 cerai gugat + 24 cerai talak).
* Juni : Sebanyak 87 kasus (70 cerai gugat dan 17 cerai talak)
* Juli : Sebanyak 40 kasus (31 cerai gugat dan 9 cerai talak)
* Agustus : Sebanyak 95 kasus (72 cerai gugat + 22 cerai talak)
* September : Sebanyak 99 kasus (76 cerai gugat + 23 cerai talak)
* Oktober : Sebanyak 86 kasus (63 cerai gugat + 23 cerai talak).

(Sumber : Bagian Informasi dan Pengaduan Pengadilan Agama Sengkang)