Istri Wabup Kunjungi Warga Pengidap Tuberkulosis (TB)

Wajo, MC – Kelompok Masyarakat Peduli (KMP) salah satu organisasi sosial yang aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya/resiko dan antisipasi penyebaran penyakit tuberkulosis (TB) di Kabupaten Wajo turun melakukan aksi sosialnya.

Aksi sosial yang diberi nama TB care yang dilaksanakan ini sudah masuk dalam tahap pemberian obat dan makanan bergizi kepada warga yang positif mengidap penyakit TB. Sebelumnya, gerakan TB care melakukan identifikasi penyebaran penyakit.

Penasehat KMP TB Care, A Ukmah Syahrir yang juga istri Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda mengungkap bahwa gerakan ini adalah bentuk kepedulian KMP kepada masyarakat yang mengidap penyakit TB di Kabupaten Wajo.

Hingga kini, lanjutnya, KMP telah memfasilitasi lima orang warga di Kecamatan Tempe untuk ikut dalam program pengobatan selama enam bulan.

“Tadi kami mengunjungi masing-masing penderita, tujuannya untuk memberikan obat dan paket makanan bergizi kepada para penderita penyakit TB ini,” ungkap Ukmah kepada mediacelebes.com, Kamis, 11/12.

Dijelaskan, penyakit TB sangat beresiko dan termasuk sebagai penyakit pembunuh nomor tiga di Indonesia, sehingga, bila tidak tertangani dengan baik maka akan berpotensi menyebar dan membahayakan kesehatan jiwa masyarakat.

“Untuk itu gerakan TB care ini dilakukan, selain untuk memfasilitasi pengidap, gerakan yang dilakukan ini juga untuk membatasi penyebaran penyakit dan mengajak masyarakat untuk ikut dalam program pengobatan. Kami sadar bahwa daerah ini belum steril dan masih teridentifikasi beberapa warga yang positif mengidap penyakit TB, dan tentu hal itu bisa saja menyebar kepada warga lainnya bila tidak dilakukan upaya antisipasi secara dini dan terprogram,” ujar Ukmah.

Lebih jauh Ukmah mengungkap bahwa program ini merupakan bantuan luar negeri dan akan berakhir tahun 2016 mendatang. Sehingga, untuk memanfaatkan waktu dan peluang, KMP turun melakukan aksi peduli.

“Kami berharap gerakan TB Care ini mendapat perhatian dan mengajak semua komponen masyarakat dan organisasi serta pemeritah daerah untuk berpartisipasi, agar kedepan tidak ada lagi masyarakat yang mengidap penyakit TB di Kabupaten Wajo,” pungkas Ukmah. (aci)