Jangan Salahkan Bupati Bila Melakukan Mutasi

MutasiBupati Wajo, A Burhanuddin Unru (depan) saat melantik dan mengambil sumpah jabatan beberapa PNS untuk menduduki jabatan

Wajo, MC – Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru kembali menggodok posisi jabatan struktural lingkup pemerintah kabupaten Wajo, Senin (11/1) lalu. Pergeseran yang dilakukan ini merupakan ketiga kali-nya sejak 18 desember 2015 lalu.

Bertempat di ruang kerja-nya, Bupati melantik dan mengambil sumpah jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menduduki jabatan eselon III, IV dan V pada beberapa unit kerja.

Dalam arahannya, Bupati mengungkap bahwa pergeseran ini dilakukan atas usulan dari para Kepala SKPD sendiri, yang kemudian ditindak lanjuti oleh tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan).

“Jadi kalau ada yang bertanya kenapa dimutasi, sebaiknya bertanya pada diri anda, kenapa bisa dimutasi. Bagaimana hubungan-nya dengan pimpinan di-unit kerja-nya?, bagaimana tingkat kedisiplinannya?, apakah rajin masuk kantor?, atau jangan sampai hanya nongkrong di warung kopi pada jam kantor?. Mutasi ini atas usulan kepala SKPD anda sendiri dan bukan atas keinginan Bupati, BKDD dan atau Baperjakat sehingga melakukan pergeseran,” ujar Bupati usai melakukan pelantikan.

Setelah usulan diterima oleh Baperjakat, lanjut Bupati, tim ini kemudian menganalisa dan mempertimbangkan job yang akan ditempati oleh pegawai yang bersangkutan, bahkan dalam satu jabatan diusul tiga nama untuk dipertimbangkan menempati posisi jabatan tersebut.

“Jadi jangan salahkan saya jika melakukan pergeseran karena itu melalui proses pertimbangan Baperjakat, terlebih dalam mutasi ini tidak ada yang dirugikan, atau dinonjobkan, yang ada hanya pengisian formasi lowong dan pergeseran posisi,” pungkas Bupati. (aci)