Jangankan Guru, Anggota DPRD Juga Bisa Menyumbang

“Andi Burhanuddin Unru Awali Pekerjaan Pembangunan Gedung Guru”

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru bersama Ketua TP PKK Wajo, Ibu Hj Andi Faikah Burhanuddin meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Guru

Wajo, MC – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HPN) yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Wajo di Lapangan Upacara Kantor Bupati Wajo, Sabtu, 2/5 kemarin dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Guru di Kompleks Kantor Pemerintah, Jl Rusa Sengkang (belakang kantor Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Wajo).

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru bersama Ketua TP PKK Wajo, Ibu Hj Andi Faikah Burhanuddin, Wakil Bupati Wajo, Andi Syahrir Kube Dauda (ASK), Kapolres Wajo, Muhammad Guntur dan Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, Firdaus Perkesi masing-masing meletakkan batu pertama tanda dimulainya pekerjaan konstruksi bangunan yang akan menghabiskan anggaran sebesar 3 milyar lebih ini.

Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Cabang Wajo, Jasman Juanda mengungkap bahwa rencana pembangunan Gedung Guru ini mengemuka saat Konfrensi Cabang PGRI Wajo yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Jasman mengaku bahwa sumber pendanaan pembangunan gedung ini diperoleh dari sumbangan guru bersertifikasi sebesar Rp33ribu/bulan bagi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Rp17ribu bagi guru penerima sertifikasi non PNS.

“Dana itulah yang kemudian dikumpul dan dijadikan sebagai sumber utama anggaran pembangunan gedung yang direncanakan berlantai tiga ini,” pungkas Jasman.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan Wajo ini mengutarakan bahwa selain sumbangan dana dari para guru, pembangunan gedung ini juga diperoleh dari sumbangan pihak-pihak luar PGRI seperti para Kepala Dinas, Camat dan beberapa elemen lainnya.

“Bahkan mungkin, sumbangan itu bisa diperoleh dari para anggota DPRD dengan asumsi bahwa sumbangan yang diberikan untuk peningkatan dunia pendidikan di Kabupaten Wajo,” terang Jasman.

Sementara itu, Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru mengimbau seluruh elemen turut andil dalam program PGRI ini agar pekerjaan konstruksi bangunan bisa dirampungkan secepatnya.

Dia menilai, gedung itu nantinya akan menjadi icon dan menjadi asset dunia pendidikan di Kabupaten Wajo sehingga dukungan dari seluruh elemen sangat dibutuhkan, khususnya dalam hal penganggaran. Bupati dua periode di Wajo ini mengungkap bahwa pemerintah daerah dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki tidak mampu menganggarkan dana pembangunan gedung.

“Itu makanya PGRI berinisiatif mengumpul sumbangan dari para guru dengan asas kesepakatan dan kebersamaan, pembangunan gedung guru ini semata-mata untuk kebaikan dunia pendidikan di Wajo,” pungkas Burhanuddin.

Lebih lanjut Bupati mengurai bahwa sejak direncanakan, pembangunan gedung guru ini sudah beberapa kali dihempas isu dan diributkan oleh oknum dan lembaga tertentu, padahal, dalam pengelolaan dan pelaksanaan program ini didasari asas kesepakatan bersama dan tidak ada yang dipaksa-paksa.

“Itu makanya saya mengimbau seluruh elemen untuk turut andil dalam pembangunan gedung ini, minimal tidak mengganggu proses pekerjaan bangunan. Rencana ini lahir atas kesepakatan bersama internal guru dan tidak ada yang dipaksa-paksa, kalaupun ada oknum bermaksud lain, sebaiknya bicarakan dengan baik dengan pengelola dan tidak perlu ribut-ribut diluar,” saran Bupati dengan nada seleneh. (aci)