Jelang Adipura, Berikut Paparan Bupati Wajo Dihadapan Ahli Persampahan

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi bersama Kepala OPD terkait saat menjalani proses paparan dan wawancara dihadapan Dewan Pertimbangan Adipura, Jakarta, 7 Mei 2017.

Wajo, MC – Penganugerahan Adipura oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya tahun 2017 memasuki tahap presentase dan wawancara bagi Bupati dan Walikota yang berhasil terpilih sebagai nominasi Adipura.

Kegiatan itu digelar di Sultan Hotel, Jakarta, Rabu 7 Mei 2017.

Para Bupati dan Walikota diminta untuk beri paparan dan menjalani proses wawancara dihadapan Dewan Pertimbangan Adipura, Ahli Persampahan dan Ahli Pemasaran.

Termasuk salah satunya ; Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru dari propinsi Sulawesi Selatan.

Dalam presentasenya, Bupati mengungkap penanganan kebersihan dan lingkungan hidup lebih pada pelibatan masyarakat melalui kelompok dasawisma. Ia membeberkan kelompok dasawisma yang telah terbentuk berjumlah 200 lebih.

“Kelompok inilah yang berperan aktif melaksanakan kegiatan kebersihan, mengumpul dan memilah sampah untuk kemudian ditempatkan dan diolah agar bisa bernilai ekonomi”, ujar Bupati.

Ia menjelaskan, dalam proses pengumpulan, pemilahan dan pendauran sampah, pemerintah daerah mendukung aktivitas tersebut dengan ketersediaan fasilitas, seperti pembentukan satgas persampahan dan kebersihan, pengadaan mobiler pengangkut sampah, mesin pendaur, serta kegiatan pembinaan dasawisma.

“Hasilnya, penanganan sampah dan kebersihan menjadi lebih mudah dengan tingkat pemusnahan sampah hingga 26 persen, selebihnya sekitar 74 persen diolah dan didaur oleh kelompok dasawisma menjadi uang”, papar Bupati.

Lanjut Bupati juga menerangkan proses penanganan sampah organik. Ia menuturkan bahwa pemerintah meneggandeng pihak swasta dalam pengolahan sampah organik ini menjadi pupuk dan biogas.

Lahan persawahan di Wajo cukup luas, setelah panen tentu banyak sampah organik yang perlu ditangani secara baik agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Di Wajo memang ada perusahaan yang bergerak pada bidang pendauran sampah, masyarakat cukup mengumpul jerami dan menjualnya kepada pihak swasta. Penanganan sampah melalui cara pembakaran jerami kita tekan agar tidak mencemari dan menimbulkan polusi udara”, ulas Bupati.

Selain memaparkan penanganan secara tekhnis, Bupati kesempatan itu juga mengungkap dukungan pemerintah terhadap penanganan kebersihan dan pelestarian lingkungan melalui kebijakan, seperti ; pelaksanaan gerakan tanam pohon dan pemanfaatan pekarangan rumah warga, larangan dan penerapan sanksi penebangan pohon secara liar, pembuatan sumur biopori, pencetakan embung-embung, dan beberapa program lainnya terkait dengan penanganan kebersihan dan pelestarian lingkungan.

“Bahkan salah satu program andalan yang sekarang ini ditangani oleh pemerintah pusat yakni pembangunan bendung paselloreng secara tidak langsung mendukung program pelestarian lingkungan, meski pada dasarnya program ini diproyeksikan untuk mengairi lahan pertanian”, terang Bupati.

Selain beberapa paparan tersebut, Bupati juga mengungkap potensi alam kabupaten Wajo, seperti ; seperti potensi laut, budidaya udang vaname, ikan dan rumput laut, perkebunan kakao, kelapa dan buah-buahan, ternak sapi, gas alam yang kini telah dimanfaat gunakan untuk sambungan jaringan gas rumah tangga, minyak bumi, pertenunan sutra, dan berbagai kekayaan lainnya.

“Intinya, kabupaten Wajo kaya akan potensi alam, sisa ditangani dan diolah secara baik agar bisa berpenghasian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, terang Bupati.

(Dikutip dari presentase dan wawancara Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru dihadapan Dewan Pertimbangan Adipura, Ahli Persampahan dan Pemasaran Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Sultan Hotel Jakarta, Rabu 7 Mei 2017)

Penulis : Nur Asri