Jelang Pemilihan, Bupati Wajo Rangkul Seluruh Calon Kepala Desa

“Dari Pelaksanaan Dzikir Akbar Pemerintah Kabupaten Wajo”

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru

Wajo, MC – Menjelang hari H Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak untuk 108 desa 13 kecamatan di Kabupaten Wajo yang jatuh pada Kamis, 30 April 2015 mendatang, Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru bersama keluarga menghadirkan seluruh calon kepala desa untuk ikut dalam acara dzikir akbar.

Dzikir yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati, Jl Veteran no 26 Sengkang tersebut bertujuan untuk mencairkan suasana persaingan dari para calon kepala desa yang akan mengikuti pemilihan.

Selain para calon, Bupati Wajo melalui istrinya, Ibu Hj Andi Faikah Burhanuddin juga mengundang pengurus Badan Kontak Majelis Ta’lim masing-masing desa untuk ikut dalam dzikir dan mendengarkan ceramah islam yang dibawakan oleh KM Muhyiddin Tahir.

Disela acara Bupati mengungkap bahwa dzikir yang dilaksanakan tersebut adalah wadah bagi pemerintah kabupaten untuk merangkul seluruh calon kepala desa yang akan bersaing dalam pemilihan.

Menurutnya, pesta demokrasi pemilihan kepala desa adalah pesta seluruh masyarakat Wajo sehingga dalam pelaksanaannya diharap tetap dalam kondisi aman, lancar, tertib dan damai serta selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa.

“Kegiatan dzikir ini dilaksanakan untuk mencairkan suasana persaingan yang ada dalam Pilkades, pemerintah kabupaten dalam hal ini tidak membeda-bedakan para calon dan mengembalikan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menentukan pilihan kepada calon yang dianggap tepat dan layak untuk menjadi pemimpinnya di desa,” ungkap Burhanuddin, Kamis, 23/4.

Lebih lanjut Bupati dua periode ini mengungkap imbauan agar seluruh elemen bersatu dalam menyukseskan Pilkades. Dia menilai keterlibatan para elemen seperti pemerintah tingkat kecamatan (Camat) bersama jajaran, pelaksana tugas kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda dalam moment ini menjadi penting untuk mengawal dan mengamankan Pilkades.

“Untuk itu, Saya instruksikan hal ini agar seluruh elemen tersebut bersatu mengawal dan mengamankan Pilkades dengan baik dan tetap dalam suasana kondusif. Pemerintah kabupaten dalam hal ini tidak membeda-bedakan para calon, begitupun sebaliknya diharap para calon kepala desa bersaing secara sehat dan kedepankan nilai kekerabatan dan kebersamaan,” ujar Burhanuddin.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap bahwa kegiatan dzikir dengan menghadirkan seluruh calon kepala desa membuktikan bahwa pemerintah kabupaten tidak membeda-bedakan dan berusaha untuk merangkul seluruh calon.

Bupati Wajo, sambung Ancu (sapaan Syamsul Bahri) pada moment Pilkades ini kedepankan sikap netral, berdiri tegak dan mengayomi masyarakat untuk tidak larut dalam persaingan yang bisa berujung pada terjadinya konflik.

Mantan Camat Bola ini mengaku selama tahapan Pilkades berjalan, Bupati Wajo selalu mengingatkan agar pelaksana dalam hal ini BPMPDK Kabupaten Wajo bersama beberapa instansi terkait lainnya untuk kedepankan sikap netralitas dan menjauhkan Pilkades ini dari nuansa politik.

“Bupati tidak pernah menyarankan ataupun mereferensikan nama ataupun kelompok tertentu dalam Pilkades ini, beliau sangat kedepankan netralitas. Hal itu dapat terlihat dari instruksi yang diberikan, baik secara langsung kepada kami maupun kepada para Camat dan elemen terkait lainnya. Bupati juga tegaskan agar Pilkades ini terlaksana dengan baik dan tidak dikait-kaitkan dengan politik, hanya itu yang menjadi petunjuk beliau,” terang Ancu. (adv)

Penulis : Nur Asri