Kabag Humas ; “Jangan Salah Duduk”, Kepala BKDD ; “Jangan Pernah Bermimpi”

bimtek-keprotokolan1Kepala BKDD Kabupaten Wajo, H Amiruddin A bersama Kabag Humas dan Protokol Wajo, Hasri AS (duduk)

Wajo, MC – “Jangan pernah salah penempatan kursi, karena terkadang orang (pejabat) tersinggung ketika salah duduk (penempatan), dan jangan pernah bermimpi menguasai acara, jika tidak menguasai tekhnik keprotokolan”.

Penggalan kalimat tersebut masing-masing diungkap oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Wajo, H Amiruddin A dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Wajo, Hasri AS dalam kegiatan Bimbingan Tekhnis Keprotokolan dan Pemanduan Acara yang dilaksanakan oleh Bagian Humas dan Protokol Wajo rangkaian kegiatan Proyek Perubahan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan 258 Pemerintah Kabupaten Wajo tahun 2016.

“Jangan pernah bermimpi menguasai acara jika tidak bisa menguasai tekhnik keprotokolan, tugas yang diembang petugas protokol cukup berat, aparat ini-lah yang mengatur susunan acara, bahkan jadwal pimpinan daerah (Bupati, red) sekalipun. Oleh dan alasan itulah sehingga Bimtek ini digelar dengan harapan peserta bisa menjalankan fungsi keprotokolan ditingkat kecamatan,” ujar Kepala BKDD Kabupaten Wajo, Amiruddin saat membuka acara Bimtek, di Aula Sipakatau Kantor BKDD Wajo, Jumat, 9/9.

Dijelaskan, Bimtek yang digelar merupakan tahap milestone, tahap yang harus dipenuhi oleh para Reformer untuk bisa mencapai hasil akhir dalam Diklat. “Tentu melalui Bimtek ini para peserta bisa menguasai tekhnik keprotokolan dan atau pemanduan acara, jangan sampai ada kekeliruan kecil yang sebenarnya tidak perlu terjadi membuat pelaksanaan acara tidak berjalan seperti yang diharapkan,” ungkap Amir (sapaan akrab).

Hal sama juga diutarakan oleh Kabag Humas dan Protokol Wajo, Hasri AS. Ia menjelaskan, fungsi keprotokolan adalah mengatur pelaksanaan acara sehingga berjalan dengan baik dan benar berdasarkan aturan keprotokolan.

“Jangan pernah salah penempatan kursi, karena terkadang orang tersinggung ketika kita (protokol, red) salah memberikan tempat duduk. Itu sama sekali tidak boleh terjadi karena ini menyangkut penghormatan terhadap pejabat pemerintahan dan atau tokoh masyarakat yang ditua-kan dalam sebuah acara,” terang Hasri.

Tidak hanya itu, mantan Sekcam Belawa ini juga menjelaskan bahwa aparat yang ditugaskan untuk menjalankan fungsi keprotokolan harus tanggap, cekatan dan tangguh, bahkan seorang protokol dituntut mengambil keputusan ketika diperhadapkan dengan situasi yang tidak memungkinkan.

“Hal itu dilakukan agar pelaksanaan acara berjalan dengan baik dan benar, lancar dan tertib seperti yang diamanahkan dalam undang-undang,” papar Hasri.

Sementara itu, Kasubag Protokol dan Perjalanan Pemda Wajo, Sahriani T selaku Ketua Panitia mengungkap tujuan pelaksanaan Bimtek  adalah untuk membentuk aparatur yang menguasai serta mampu menjalankan fungsi-fungsi keprotokolan dan pemanduan acara ditingkat kecamatan.

Melalui Bimtek, diharap terjalin sinergitas antara aparat tingkat kecamatan dan kabupaten dalam melakukan penataan tempat dan pemanduan acara sesuai dengan aturan keprotokolan.

“Tentu dengan hadirnya aparatur tingkat kecamatan yang bisa menjalankan fungsi keprotokolan dan memandu acara dengan baik dan benar akan mendukung pelaksanaan acara pemerintah ditingkat kecamatan,” ulas Ani dalam kapasitasnya selaku reformer. (Red/MC)