Kader PMII Getol Tolak Kenaikan BBM

Makassar, MC – Rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minya (BBM) bersubsidi terus menuai penolakan, termasuk itu aksi penolakan yang dilakukan oleh kader-kader organisasi kemahasiswaan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Wajo.

Penolakan itu dilontarkan sebagai bentuk aspirasi atas ketimpangan kondisi yang terjadi, baik yang dirasakan langsung oleh para mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya.

Zulfikar Yusliskatin, mantan Ketua PMII periode 2011-2012 melalui via ponselnya mengungkap apresiasi atas gerakan kader-kader PMII menolak kenaikan BBM.

Menurutnya, rencana pemerintah tersebut berpotensi membebani masyarakat kecil yang berujung pada kondisi kurang stabilnya perekonomian masyarakat.

“Kebijakan itu tentunya akan membuat masyarakat kecil semakin menderita, jadi wajar bilamana PMII melakukan gerakan penolakan, termasuk itu meminta lembaga DPRD untuk ikut menolak kebijakan pemerintah tersebut,” pungkas Zulfikar.

Lebih lanjut Zulfikar mengimbau seluruh kader PMII untuk tetap eksis memperjuangkan golongan yang termarginalkan, bukan hanya pada issu yang bersifat nasional namun issu-issu lokalpun sangat penting untuk dikaji dan dilakukan pendampingan.

“Issu lokal sangat penting dalam pemerataan pembangunan, terutama dalam bidang ekenomi untuk kesejahteraan masyarakat. PMII juga harus sebagai garda terdepan mengawal kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat ataupun pro terhadap masyarakat, karena ini bagian dari tugas pokok dan fungsi PMII sebagai agent of control. PMII jangan kendur dan diharap untuk tetap bersikap kritis dan tetap kedepankan idealisme,” imbuh Zulfikar.

(Penulis : Nur Asri, SH)