Kaki Jembatan Retak, Akses Padduppa – Timoro Tutup Sementara

Wajo, MC – Keretakan yang terjadi di kaki jembatan penghubung antara kelurahan Padduppa dengan Wiringpalenae membuat akses transportasi di jembatan itu ditutup untuk sementara. Larangan untuk menggunakan jembatan itu diberlakukan hingga pemerintah memperbaiki keretakan kaki jembatan yang terjadi.

Hal itu terungkap saat puluhan warga lingkungan Timoro Kelurahan Wiringpalennae melakukan aspirasi di Gedung DPRD Wajo, Selasa 23/9 kemarin.

Legislator Wajo, Sumardi Arifin, usai menerima aspirasi mengungkap, penutupan sementara jembatan dilakukan setelah ada keretakan. Dan menurutnya, penutupan sementara baiknya dilakukan untuk menghindari terjadinya resiko fatal ataukah ancaman keselamatan jiwa masyarakat yang melintas dijembatan itu.

Sementara ini, lanjutnya, pihak legislatif sesuai dengan aspirasi yang diterima sudah menyampaikan Dinas terkait untuk menindak lanjuti kerusakan yang terjadi.

“Kami sudah sampaikan kepada dinas terkait agar segera menindak lanjuti perbaikan jembatan itu. Perbaikan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin karena ini menyangkut keselamatan jiwa dan perputaran roda ekonomi masyarakat. Jembatan itu pula adalah akses tercepat masyarakat yang ingin masuk ke-kota Sengkang,” pungkas Sumardi.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Wajo HM Nasir, Rabu, 24/9, mengutarakan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan kerja (Satker) pekerjaan taman kota Dinas Tata Ruang Propinsi Sulsel.

Dijelaskan, secara tekhnis, kerusakan itu diperkirakan karena kaki jembatan tidak mampu menahan beban pekerjaan taman kota ditambah lagi kondisi tanah dibawah kaki jembatan yang sudah berongga karena terkikis air.

Sehingga, dalam pekerjaannya nanti, Satker terkait rencananya akan membongkar dan menata ulang bangunan taman kota yang dianggap menjadi beban terhadap kaki jembatan.

“Insya Allah dalam dua atau tiga hari ini, Satker akan turun kelokasi. Kami sudah mengkoordinasikannya dan sisa menunggu eksen-nya dilapangan. Rencananya, Satker akan menancap pantok beronjong sebagai penahan beban jembatan. Sedang taman kota yang bersinggungan langsung dengan kaki jembatan akan dibongkar dan ditata ulang”, jelas Nasir.

(Penulis Nur Asri, SH)