Kalangan Saran Bupati Evaluasi Kinerja Distarkim

Wajo, MC – Rencana pemerintah untuk menjadikan Kota Sengkang sebagai Kota Bersih dan Sehat seperti yang menjadi instruksi Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mendapat perhatian dari para kalangan.

Berbagai pendapat bahkan kritikan mengemuka menanggapi penegasan Bupati ini. Tak terkecuali dari kalangan Akademisi dan Tokoh Pemuda.

Seperti yang diungkap oleh A Bau Mallarangeng salah seorang akademisi di Wajo, menurutnya, soal kebersihan pada hakikat-nya adalah tugas pemerintah dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Permukiman.

Namun, belakangan, dinas ini dinilai tidak mampu menangani secara maksimal masalah kebersihan dalam kota, dan tentu, berbicara tentang profesionalisme kerja, Dinas ini dirasa perlu di-evaluasi. Kenapa bisa masalah sampah tidak bisa tertangani dengan baik.

“Harusnya yang pertama menandatangani pakta integritas adalah Pejabat Dinas Tarkim, menyusul Camat dan Lurah. Namun, pada kenyataannya, Dinas ini tidak diberi ikatan. Padahal dalam penanganan kebersihan, tentu sebagai leading sektor, Dinas ini bertanggung jawab penuh. Dari itu, kami sarankan Bupati Wajo untuk mengevaluasi kinerja Dinas ini,” pungkas Bau Mallarangeng, Selasa, 16/9.

Tidak itu saja, lanjut Mallarangeng, penanganan sampah yang menjadi permasalah pokok di Kota Sengkang, terlebih ini menyangkut tentang perwajahan dan wibawa daerah. Untuk itu, pengelolaan sampah ini harusnya ditangani oleh pejabat yang profesional dan tekun dalam bekerja.

“Jangan nanti mau bergerak setelah Bupati-nya beri instruksi, masalah kebersihan lingkungan harus ditangani secara profesional dan tentu butuh personil yang berpengalaman dan konsisten bekerja,” pungkas Bau Mallarangeng.

Hal sama juga diungkap Syamsul Bahri, salah seorang tokoh pemuda di Wajo. Menurutnya, penanganan masalah kebersihan kota sepenuhnya adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

Keduanya harus bersinergi, pemerintah bertugas menangani secara tekhnis dan masyarakat bertanggung jawab secara moral untuk tidak menyepelekan masalah kebersihan.

Untuk itu, kata Direktur Utama Celebes International School (CIS) ini, antara pemerintah dalam hal ini leading sektor terkait dengan masyarakat tidak saling menyalahkan.

“Kalau keduanya saling menyelakan, yakin, Kota yang bersih dan sehat seperti yang diharap sulit tercapai. Masing-masing punya batasan dan sebaiknya pemerintah bertegas dalam hal ini, minimal membuat aturan disertai dengan sanksi dengan harapan hidup bersih dan sehat bisa mem-budaya dan menjadi kebiasaan masyarakat”, terang Samba sapaan Syamsul Bahri.

Langkah selanjutnya, lanjut Ketua Yayasan Bahtera Rakyat ini, pemerintah sebaiknya menyiapkan nomor aduan agar penanganan sampah bisa lebih maksimal. Pemerintah juga harus memenuhi sarana pendukung kebersihan, misalkan saja kontainer atau bak sampah di-titik-titik strategis.

“Itu langkah awal, pemerintah sebaiknya menyiapkan nomor aduan khusus penanganan kebersihan, begitupula dengan penyediaan sarana prasarana pendukung-nya. Kalau sudah disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah action yang tentu dimotori oleh pemerintah sendiri,” terang Samba.

Berbicara tentang kinerja Distarkim, Samba juga menyarankan agar Dinas ini tidak saja rutin membersihkan selokan sepanjang poros jalan menuju Rumah Jabatan Bupati.

Menurutnya, beberapa titik di Kota Sengkang juga perlu mendapat penanganan, untuk itu Distarkim sebaiknya menyiapkan petugas dan armada untuk menangani kebersihan disektor jalan lainnya.

“Bila perlu, siapkan personil dan lengkapi armada-nya. Beri gaji yang tinggi kepada petugas kebersihan ini dan sebaiknya sebelum bertugas mereka diberi pelatihan khusus masalah kebersihan. Soal anggaran, dirasa pemerintah telah menyiapkan, bahkan bila perlu, retribusi kebersihan yang dikenakan kepada masyarakat setiap bulannya dinaikkan, sepanjang pengelolaan kebersihan berjalan dengan baik,” pungkas Samba.

(Penulis : Nur Asri, SH)