“Kalau Ibu Terpilih Jadi Kepala Desa, Siapa yang Ibu Percayakan Jadi TP-PKK ?”

“Dari Pelaksanaan Seleksi dan Uji Kompetensi Bakal Calon Kepala Desa di Kabupaten Wajo”

Pelaksanaan seleksi dan uji kompetensi bakal calon kepala desa

Wajo, MC – Pelaksanaan ujian/tes wawancara dalam proses seleksi dan uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kabupaten (PPK) di Ruang Rapat Asisten Kantor Bupati Wajo, Rabu, 15/4, berjalan dengan alot dan seru.

Sebanyak 46 bakal calon kepala desa dari 6 desa yang lebih dari 5 pendaftarnya dipanggil satu persatu untuk diwawancarai dan dimintai jawaban atas pertanyaan yang dilayangkan oleh tiga dari lima orang penguji yang disiapkan panitia.

Masing-masing bertindak selaku Dewan Penguji dalam proses penentuan minimal 2 maksimal 5 bakal calon ini diantaranya ; Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, H Firdaus Perkesi, Kepala BPMPDK Wajo, Syamsul Bahri, Kepala Inspektorat Wajo, Andi Ihsan, Kepala BKDD Wajo, Amiruddin A, dan Kepala DPKD Wajo Armayani yang diwakili oleh H Narwes serta unsur akademisi yang dibawakan oleh HM Nasri AT.

“Ketika anda mendapat kepercayaan dan terpilih menjadi seorang Kepala Desa, apa yang akan Bapak lakukan?, Program apa yang akan dilaksanakan?, dan coba Bapak paparkan visi dan misi yang diembang untuk menjadi seorang kepala desa,” tanya Sekda Wajo, Firdaus Perkesi kepada salah seorang bakal calon kepala desa yang diketahui bernama Hamzah Kadere dalam proses uji wawancara.

“Insya Allah, kalau saya terpilih dan mendapat kepercayaan menjadi seorang Kepala Desa, saya akan membangun desa, melakukan perbaikan jalan, irigasi dan meningkatkan pertanian. Dan satu lagi, saya mengatahui masalah-masalah yang di 176 desa dan kelurahan di Kabupaten Wajo, karena saya ikut bergabung dengan para intelejen dan bekerjasama dengan Polres,” ungkap bakal calon desa Worongnge ini menjawab pertanyaan Sekda.

Begitupula dengan penguji lainnya, masing-masing mengajukan pertanyaan dan melakukan penilaian kepada para bakal calon seusai dengan materi wawancara diantaranya ; kemampuan menjawab dan berkomunikasi, motivasi dan visi – misi menjadi calon kepala desa, penguasaan terhadap data dan potensi desa, pengetahuan tentang tupoksi kepala desa serta pengalaman dan visi memimpin.

“Ibu tadi mengungkap bahwa sebelumnya pernah mendampingi suaminya sebagai kepala desa selama 15 tahun, tentu saat itu, Ibu bertindak selaku Ketua dan memahami yang namanya Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Nah sekarang Ibu yang maju dan mencalonkan diri sebagai seorang Kepala Desa. Pertanyaannya, ketika Ibu mendapat kepercayaan untuk terpilih menjadi seorang Kepala Desa, siapa yang Ibu percayakan untuk bertindak selaku Ketua TP PKK didesanya?,” tanya Kepala BPMPDK Wajo, Syamsul Bahri kepada salah seorang bakal calon Kepala Desa dari kalangan perempuan.

Spontan waktu itu, bakal calon kepala desa yang diketahui bernama Hj A Muspiaty asal Desa Worongnge ini menjawab dengan kalimat singkat, “Banyak yang bisa ditunjuk menjadi PKK,” sembari meletakkan microfon yang dipegangnya diatas meja.

Berbagai metode pertanyaan dilayangkan oleh para penguji ini, seperti M Nasri memberikan alternatif dan meminta penjelasan kepada bakal calon terkait hubungan antara Badan Permusyawataran Desa (BPD) dengan Kepala Desa dan meminta penjelasan tentang arti demokrasi.

Begitupun dengan Kepala BKDD Wajo, Amiruddin A yang melayangkan pertanyaan tentang pengertian perangkat desa berikut tugas pokok dan fungsi dari masing-masing perangkat desa.

“Coba Bapak jelaskan pengertian tentang perangkat desa, tugas pokok dan fungsinya seperti yang diterangkan dalam UU no 6 tahun 2014 tentang Desa,” tanya Amir sapaan karib Amiruddin. (adv)

Penulis : Nur Asri