Kampanye di Pitumpanua, BARAKKA Sapa Pedagang Pasar

Calon Bupati Wajo, Dr Baso Rahmanuddin bersama pedagang pasar Kaluku kecamatan Pitumpanua

Wajo, MC – Calon Bupati Wajo, Dr Baso Rahmanuddin disela kampanye dialogisnya sempatkan diri menyapa pegadang di Pasar Kaluku kecamatan Pitumpanua, Senin 19/3.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo ini terlihat mewawancarai beberapa pedagang sembari mengungkap niatannya kepada masyarakat untuk mendukung gerak ekonomi melalui bantuan modal usaha dan perdagangan kelak ketika berhasil terpilih sebagai kepala daerah di kabupaten Wajo.

“Wah dagangan Ibu lumayan ramai ya, ini harganya berapa dan kira-kira dalam sehari pasar bisa laku berapa banyak ?,” tanyanya kepada salah seorang pedagang aksesoris kecantikan di pelataran pasar kaluku.

Ia menjelaskan, salah satu program BARAKKA pada bidang ekonomi adalah dengan memberikan bantuan modal usaha serta pelaksanaan pasar murah jelang hari tertentu, semisal jelang bulan ramadhan, lebaran dan sebagainya.

“Program itu disusun agar laju perekonomian masyarakat melalui usaha pasar lebih bergerak dan mandiri”, pungkasnya.

Warga Desa Alesilureng kecamatan Pitumpanua acungkan salam dua jari kepada paslon BARAKKA

Usai blusukan di pasar kaluku, pasangan KH Anwar Sadat Malik Lc.MA ini kemudian melanjutkan pertemuan terbukanya bersama warga di Desa Alesilureng kecamatan Pitumpanua.

Ditempat itu, BARAKKA disambut dengan yel-yel oleh ratusan warga berserta yang kaum Majelis Taqlim setempat.

“Program pembinaan Majelis Taqlim akan terus digemakan di Wajo, dan jika BARAKKA terpilih, baju muslim untuk pengurus Majelis Taqlim akan disiapkan sebanyak dua kali dalam setahun”, ujar Rahmanuddin disertai canda.

Lanjut dipaparkan bahwa melalui simpul program 17 PUAS akan lebih memaksimalkan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi. Karena menurutnya ketersediaan sarana pada sektor tersebut mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

Begitupun dengan situs pelabuhan Siwa akan diprioritaskan pengembangannya menjadi pelabuhan besar dan terpadu.

“Sektor pertanian pun demikian, dipahami bahwa hampir 80 persen penduduk Wajo bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, sehingga wajib bagi BARAKKA untuk lebih fokus dan kedepankan pembangunan pada bidang pertanian”, terang Rahmanuddin. (MC)