Kapolres : Larangan Pawai Takbir Kendaraan Tekan Laka Lantas

Copy of Ucapan Idul Fitri MCWajo, MC – Pelaksanaan takbir sambut malam lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah / 2015 Miladiyah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo berjalan dengan khidmat tanpa desingan knalpot kendaraan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Yang ada hanya irama pukulan bedug mengiringi lafadz takbir menyebut asma Allah SWT, sesekali juga terdengar suara kembang api diudara ramaikan malam kemenangan Bulan Suci Ramadhan yang dilaksanakan di Mesjid Raya Sengkang, Kamis malam, 16/7.

Pemukulan bedug pertama dilakukan oleh Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru bersama Wakil-nya, A Syahrir Kube Dauda kemudian secara berurut Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur dan Dandim 1406 Wajo, Letkol Arm Sarkistan Sihaloho serta para kepala SKPD yang hadir pada malam takbiran tersebut.

Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur mengungkap bahwa takbiran tanpa pawai kendaraan keliling untuk menjaga keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat.

Dengan tidak diperbolehkannya pawai kendaraan, sambung Guntur, maka tingkat keamanan khususnya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan potensi terjadinya kericuhan bisa diminimalisir.

“Tidak seperti tahun sebelumnya, aparat kepolisian sibuk melayani laporan masyarakat terkait laka lantas. Belum aman disatu TKP (tempat kejadian peristiwa), datang lagi laporan di tempat lain. Itu karena kecelakaan yang terjadi akibat pawai kendaraan,” ujar Guntur.

Senada dengan Kapolres, Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru juga mengungkap bahwa larangan pawai kendaraan keliling pada malam takbiran tersebut untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kelancaran pelaksanaan takbiran.

Selain itu, larangan pawai juga dimaksudkan agar kegembiraan sambut malam lebaran tidak terfokus pada satu tempat saja, akan tetapi kegembiraan itu tersebar disetiap mesjid yang ada di Kabupaten Wajo.

“Kami isntruksikan agar seluruh pengurus mesjid mengundang masyarakatnya untuk bersama melaksanakan malam takbiran di mesjid-nya masing-masing, ” terang Bupati. (aci)