Kapolres Wajo : Mulai Besok, Proses Belajar Mengajar di SMK 1 Sabbangparu Kembali Normal

Kapolres Wajo“Kedua Belah Pihak Temukan Kata Sepakat”

(Ketgam : Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur)

Wajo, MC – Perseteruan antara pihak SMK 1 Sabbangparu dengan salah seorang warga yang sebelumnya pernah menjadi rekanan akhirnya berhasil temukan kata sepakat.

Warga yang diketahui bernama H Jumardin ini bersedia membuka aksi penyegelan yang dilakukannya selama sepekan terakhir setelah dilakukan mediasi secara bersama antara pihak pemerintah daerah, pihak kepolisian dan TNI Kodim 1406 Wajo.

Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur yang dimintai keterangan terkait hal itu mengungkap bahwa kedua belah pihak (SMK 1 Sabbangparu dan H Jumardin) telah melakukan pertemuan dan menemukan kata sepakat sehingga mulai besok (Kamis, 1/10) aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut sudah bisa dilaksanakan kembali.

“Alhamdulillah tadi pagi telah dilakukan pertemuan bersama antara pihak pemerintah daerah, dinas terkait dan kedua pihak yang sebelumnya berseteru, dimana dalam pertemuan tersebut tercipta sebuah kesepakatan sehingga mulai besok aktivitas belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan dan berjalan seperti biasanya,” ujar Kapolres melalui via ponselnya, Rabu, 30/9 malam.

Senada dengan Kapolres, Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda juga menuturkan bahwa perseteruan antara kedua belah pihak telah berakhir, itu setelah dilakukan mediasi antar keduanya.

Oleh itu, sambungnya, pihak pemerintah daerah mengungkap apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh seluruh elemen, khususnya kepada pihak Polres Wajo dan TNI Kodim 1406 Wajo yang tak hentinya melakukan upaya mediasi dari kedua belah pihak yang berseteru tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres (AKBP Muh Guntur, red) dan Komandan Kodim 1406 Wajo (Lerkol Arm Sarkistan Sihaloho, red) atas dukungan yang diberikan kepada pemerintah daerah, oleh upaya mereka sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut bisa kembali normal. Begitupula dengan pihak yang berseteru, kini sudah temukan kata sepakat dan diharap dalam pelaksanaannya nanti bisa terlaksana dengan baik agar kejadian yang sama (penyegelan pintu, red) tidak terulang kembali,” ujar Syahrir melalui via ponselnya.

Tidak hanya itu, Wabup juga mengungkap rasa bangga kepada kedua belah pihak atas kesediaanya untuk menahan diri dan kedepankan arti pentingnya belajar mengajar siswa. Dengan kata sepakat yang ada dimana pihak dinas pendidikan menyanggupi untuk menutupi utang dalam jangka waktu tertentu adalah solusi paling tepat.

Begitupula kepada pihak H Jumardin yang sebelumnya enggan menerima, kini bersikap legowo untuk mengakhiri aksinya dan berpikir positif agar proses belajar mengajar kembali berjalan disekolah itu.

“Dengan itu maka proses belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan, kami juga telah menyampaikan kepada para orang tua siswa agar para siswa masuk belajar mulai besok,” terang Syahrir.

Penulis : Nur Asri