Kasus Pembunuhan di Keera Dipicu Masalah “Patok Tanah”

“Satu Pasang Patok, Satunya Lagi Cabut Patok di Tanah PTPN XIV Keera”

Wajo, MC – Pembunuhan yang terjadi di Ballere Kelurahan Ballere Kecamatan Keera, Selasa, 17/2 sore kemarin masih menyisakan rasa ngeri.

Kondisi luka tubuh Junaede (50) penuh dengan lumuran darah akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh Nawir (50) membuat warga miris dan tercengang.

Gasman, salah seorang warga kecamatan Keera mengungkap bahwa peristiwa itu dipicu persoalan patok batas tanah.

Keduanya, kata Gasman, bersebelahan kebun dan masing-masing memelihara sapi ternak ditanah milik PTPN XIV Keera.

“Satu yang memasang patok dan satunya lagi mencabut patok tanah, itu yang diduga menjadi pemicu permasalahan sehingga keduanya berselisih,” ungkap Gasman kepada mediacelebes.com, Rabu, 18/2.

Lanjut diceritakan bahwa otak pelaku pembunuhan dalam hal ini Nawir masih berstatus sebagai kepala dusun di Desa Ciromani kecamatan Keera, begitupula dengan korban (Junaede) dikenal sebagai tokoh masyarakat di Kelurahan Ballere.

“Keduanya bahkan masih dalam satu ikatan keluarga, namun, entah kenapa mereka sampai bisa berselisih. Sebelumnya memang pernah terdengar bahwa hubungan mereka retak karena perselisihan batas tanah yang ditempati memelihara sapi,” ujar Gasman mengisahkan.

Penulis : Arlin Sujarli