Kawal Dana Bergulir, Pemkab Wajo Gelar Bimtek Pengelolaan Aset PNPM-MPd / Integrasi

Sekda Wajo, Firdaus PerkesiSekda Wajo, H Firdaus Perkesi

Wajo, MC – Pemerintah kabupaten Wajo dalam hal ini Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo menggelar bimbingan tekhnis pengelolaan aset Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan/Integrasi (PNPM-MPd/Integrasi) di Sengkang, Jumat, 6/11.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan desa se Kabupaten Wajo ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Wajo, H Firdaus Perkesi.

Dalam sambutannya, Firdaus mengungkap bahwa pelaksanaan bimtek bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman terkait pelaksanaan pemerintahan dan pengelolaan aset PNPM-MPd/Integrasi pasca pengakhiran PNPM-MPd tanggal 31 Oktober 2015 lalu.

Menurutnya, bimtek tersebut adalah langkah awal pemerintah untuk menciptakan pengelolaan aset yang transparant, akuntabel dan tetap dalam pengawasan pemerintah.

“Oleh itu, Bimtek ini menjadi penting untuk dilaksanakan dan menjadi perhatian besar bagi pengelola aset PNPM-MPd untuk menciptakan pengelolaan aset yang tranparant dan akuntabel serta tetap dalam pengawasan SKPD terkait dalam hal ini BPMPDK kabupaten Wajo,” ujar Firdaus.

Lanjut, mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Wajo ini menerangkan bahwa dalam pengelolaan aset PNPM-MPd seperti yang dimaksud nantinya akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Bupati (Perbup) dan atau Peraturan Daerah (Perda), khususnya dalam pengelolaan dana bergulir yang saat ini masih berjalan ditingkat penerima.

“Untuk itu melalui bimtek ini dapat menghasilkan atau memberikan rekomendasi konstruktif terhadap pengelolaan aset PNPM-MPd, dan secara khusus dalam hal pengelolaan aset dana bergulir,” terang Sekda.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Masyarakat Desa dan Kelurahan BPMPDK Kabupaten Wajo, A Mamu menerangkan bahwa pasca pengakhiran program PNPM-MPd oleh Kementerian Desa dan PDRT akhir oktober lalu, telah dilakukan serah terima aset PNPM-MPd berbentuk fisik.

Aset itu, kata Mamu, selanjutnya akan dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat ditiap titik pekerjaan PNPM-MPd.

Namun demikian, penyerahan aset itu bukan berarti tugas pemerintah terkait PNPM-MPd ini berakhir, karena masih ada dana bergulir yang masih berjalan.

Mantan Lurah Maddukelleng kecamatan Tempe ini membeberkan bahwa dana bergulir yang masih mengendap ditingkat penerima sebanyak 15 Milyar.

“Itu masih membutuhkan regulasi dan manajemen yang tepat agar pengelolaan-nya bisa berjalan dengan baik, transparan dan akuntabel serta terhindar dari tindakan merugikan keuangan negara,” terang Mamu.

Sekedat informasi, tampil sebagai pemateri dalam Bimtek tersebut diantaranya ; DR H A Syamsu Alam membawakan materi Pengelolaan Keuangan Desa, Nurlina dengan materi Manajemen Aset Desa, Kelembagaan Desa dalam Perspektif UU No 6 tahun 2014 tentang Desa dan Perencanaan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Perdesaan oleh A Lukman Irwan, serta Penguatan Pengelolaan Aset Dana Bergulir SPP-UEP oleh Ir Hj Hidayah Mawi dan A Yuniarti, SE.

Penulis : Nur Asri