Kejari Musnahkan BB Narkoba, Aktivis Bilang Jangan Ada Investasi Kriminal

Wajo, MC – Kejaksaan Negeri Sengkang gelar pemusnahan sejumlah barang bukti (BB) tindak pidana umum yang ditangani oleh Kejaksaan. Barang bukti yang dimusnahkan diantara-nya, narkoba jenis sabu-sabu dan ganja berikut aksesoris-nya, senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) .

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Hj Andi Kurnia mengatakan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan berupa sabu-sabu sebanyak 50,8411 gram dari 42 kasus, sajam sebanyak 6 buah dan senpi sebanyak 3 buah.

“Sementara untuk amunisi diserahkan ke pihak kepolisian karena kejaksaan tidak punya alat pemusnahan,” kata Andi Kurnia.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Sengkang, Suwanda menjelaskan, proses pemusnahan narkoba dilakukan dengan cara melarutkan ke dalam air. Begitupula untuk barang bukti sajam dan senpi di-musnahkan melalui proses peremukan, sedangkan untuk barang bukti berupa amunisi di-serahkan kembali ke pihak Kepolisian.

Soal narkoba, Suwanda nilai kabupaten Wajo masih berada diposisi urutan kedua setelah Makassar. Dia berharap agar seluruh elemen berpartisipasi untuk menekan peredaran barang haram ini.

“Dengan kondisi seperti itu, Wajo pada urutan kedua peredaran kasus narkoba, maka diharap seluruh elemen barpartisipasi menekan peredaran narkoba ditengah masyarakat,” pungkas Suwanda.

Hadir dalam pemusnahan barang bukti diantara-nya Plt Sekda Wajo H A Maddukkelleng Oddang mewakili Bupati Wajo, Kapolres Wajo AKBP Masrur, Kepala kantor Pengadilan serta Kepala Kantor Rutan Klas II Sengkang Andi Anjar.

Terpisah, kaitan-nya dengan peredaran Narkoba yang menempatkan Kabupaten Wajo pada urutan kedua di Sulsel, Asong, salah seorang tokoh pemuda di Wajo mengaku prihatin.

Dia menilai, penanganan kasus ini sebenar-nya mudah sepanjang aparat konsisten memberantas-nya. Jangan, penekanan narkoba hanya dilakukan pada kalangan pemakai/pengguna narkoba saja. Namun, aparat harus lebih berani menyelesaikan kasus di-kalangan pengedar ulung atau pemasok barang haram ini.

“Jangan sampai prestasi buruk terkait peredaran narkoba ini membawa preseden buruk berkepanjangan terhadap nama Kabupaten Wajo. Aparat harus konsisten menekan peredaran narkoba dan diharap tidak muncul kesan bahwa marak-nya narkoba di Wajo karena ada-nya praktik investasi kriminal (crime investation) di-kalangan tertentu,” terang Asong. (aci)