Kemarau, Bupati Tinjau Pendangkalan Air Sungai Walanae

Wajo, MC – Kemarau panjang yang terjadi belakangan ini membuat pemerintah Kabupaten Wajo prihatin. Keprihatinan itu ada setelah sumber air yang terdistribusi kepada 8ribu lebih pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) ini mulai menipis.

Minggu, 12/10 kemarin, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru bersama Wakil-nya A Syahrir Kube Dauda memantau kondisi pendangkalan air yang terjadi di Sungai Walanae.

Direktur PDAM Kabupaten Wajo, Fakhruddin menjelaskan, kemarau panjang yang terjadi hingga beberapa bulan terakhir membuat debit dan kwalitas air Sungai Walanae menipis. Kondisi itupun berdampak pada menurunnya produksi air kepada pelanggan akhir-akhir ini.

Dijelaskan, penurunan produksi itu diakibatkan tingginya kekeruhan air baku yang disedot dari sungai. Air yang diproses PDAM, mulai bercampur dengan lumpur sehingga harus ditapis sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

“Proses inilah yang mengakibatkan menurunnya produksi, air banyak dibuang kembali karena mengalami kekeruhan,” terang Fakhruddin.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PDAM telah mengusul pembangunan intake baru serta pembangunan bak prasedimentasi kepada Balai Besar Pompengan Jeneberang.

“Upaya itu yang dilakukan oleh pemerintah daerah, kita berharap agar pembangunan intake dan bak prasedimentasi bisa terealisasi tahun depan dengan harapan kualitas dan kuantitas air PDAM yang terdistribusi kepada pelanggan bisa lebih baik lagi dari yang ada saat ini,” pungkas Fakhruddin.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru terhadap kondisi pendangkalan air sungai yang terjadi berharap agar masyarakat menggunakan air seefesien mungkin. Selain karena faktor rendahnya volume air Sungai Walanae, tingkat kekeruhan air baku untuk pelanggan ini juga menjadi perhatian.

“Oleh itu, pemerintah berharap agar masyarakat secara efesien menggunakan air. Kondisi ini dapat dipahami, karena kemarau panjang yang terjadi berdampak pada menurunnya debit air baku PDAM,” ujar Bupati.

(Penulis : Nur Asri, SH)