Kemarau, Petani di Sabbangparu Terancam Gagal Panen

Wajo, MC – Musim kemarau yang melanda hingga beberapa bulan terakhir mulai dikhawatirkan petani di Kecamatan Sabbangparu. Kekhawatiran mereka karena dalam dua atau tiga minggu kedepan, tanaman tidak terairi, maka dapat dipastikan warga gagal panen.

Camat Sabbangparu, A Ismirar Sentosa mengungkap hal itu di Sengkang, Senin, 22/9. Menurutnya, tanaman padi beberapa minggu kedepan sudah saat-nya untuk menerima air, namun, pada kondisi seperti ini, lahan persawahan petani di Sabangparu kekurangan air yang disebabkan terjadinya kemarau panjang.

Kondisi itupun semakin sulit karena air sungai yang sebelumnya dijadikan sebagai sumber utama pertanian melalui pompanisasi alami pendangkalan.

“Bila lahan tidak terairi dua atau tiga minggu kedepan maka bisa saja panen terancam gagal. Kondisi itu-pun semakin sulit setelah air sungai yang biasa mengairi sawah dikawasan Sabbangparu semakin kurang dan alami pendangkalan,” terang Ismirar.

Meski demikian, kata Ismirar, diantara lahan persawahan yang menunggu air ini, terdapat juga lahan yang sudah siap panen. Misalkan saja, di daerah kelurahan Sompe, beberapa lahan dikawasan itu sudah siap melakukan panen.

“Seperti dibelakang kantor kecamatan Sabbangparu, sawah ditempat itu sudah siap melakukan panen. Itu karena warga disekitar itu lebih awal melakukan penanaman,” pungkas mantan Sekcam Tempe ini.

(Penulis : Nur Asri, SH)