Kematian Messi Sisakan Tanda Tanya ?

IMG_20150818_140652 Kondisi mayat Messi binti Asruddin saat pertama ditemukan oleh warga

Wajo, MC – Kendati pihak kepolisian telah berhasil membekuk Asruddin, pelaku pembunuhan terhadap Messi (25), seorang gadis yang ditemukan tewas dipinggir jalan samping Taman Makam Pahlawan Empagae, Selasa, 18/8 kemarin.

Namun, obrolan tentang peristiwa tragis dan menyayat hati tersebut masih menyisakan tanda tanya, apa yang menyebabkan sehingga pelaku yang tidak lain adalah orang tua korban ini tega membunuh anak kandung-nya sendiri.

Bahkan dari tanya itu kemudian menjadi polemik  dan melebar ke-topik lain yakni dugaan adanya hubungan tidak wajar antar kedua-nya.

Seperti yang diungkap oleh salah seorang warga yang mengaku kenal dan bertetangga dengan pelaku dan korban. Dia menceritakan bahwa dirinya pernah melihat Asruddin jalan bersama dengan anak-nya sambil bergandengan laiknya pasangan suami-istri.

Kala itu, kata warga ini, dirinya tidak mengira jika perempuan yang dibawa Asruddin itu adalah anak kandungnya sendiri.

“Saya pernah papasan dengan Asruddin di pasar malam minggu Padduppa, kala itu dia jalan dan menggandeng seorang wanita. Saya mengira perempuan itu adalah istrinya yang baru. Namun, setelah saya tanya istri saya, ternyata yang digandeng itu adalah anaknya sendiri. Disitu saya mulai heran,” tutur warga ini disela obrolannya dengan beberapa rekannya disalah satu warkop di Sengkang, Rabu, 19/8.

Selain kisah warga ini terkait hubungan Asruddin dengan anak kandung-nya, warga lainnya juga mengutarakan hal sama.

Dia mengisahkan bahwa dirinya beberapa kali mendengar obrolan miring tentang hubungan Asruddin dengan anak dari istri pertama-nya ini.

“Katanya, tetangga Asruddin sendiri sering bertanya-tanya dan mengaku heran akan gerak-gerik kedua-nya, begitu cerita orang diluar,” ujar warga ini.

Seperti diketahui, kasus tersebut berhasil diungkap oleh aparat kepolisian berdasarkan olah TKP (tempat kejadian peristiwa), hasil visum serta informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat.

Pelaku dibekuk di kabupaten Bone saat berupaya melarikan diri sekitar lima jam dari penemuan mayat.

Berdasarkan keterangan dari Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur, motif sementara terjadinya pembunuhan disebabkan oleh persoalan sepele.

Pelaku mengaku kesal karena korban menyalakan televisi dengan volume keras dan telah memperingatkan beberapa kali, namun korban saat itu tidak menghiraukan bahkan sebaliknya membanting remote televisi kemudian keluar rumah.

“Tidak tahan diperlakukan seperti itu, pelaku kemudian mengejar dan langsung menempeleng korban hingga terjadi perdebatan dan berakhir dengan pembunuhan dengan cara mencekik leher korban dan membuangnya dipinggir jalan,” ujar Kapolres. (aci)