Kembangkan Sekolah dengan Indikator Kemajuan yang Jelas

3. faPeserta pelatihan ToT Modul III Tingkat Provinsi Sulsel

Makassar, MC – Seringkali perencanaan kegiatan pengembangan sekolah tidak disertai indikator-indikator ketercapaian tiap tahap kegiatannya dengan tepat. Atau indikator disusun namun hanya di akhir program, itu pun hanya sebagai pelengkap laporan pertanggung jawaban.

“Seharusnya setiap sekolah ketika merencanakan kegiatan sekolah, dari awal sudah harus menyertakan indikator-indikator yang akan menjadi alat monitoring dan evaluasi kemajuan kegiatan,” ujar Fadiah Machmud, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan disela-sela ToT Modul III Tingkat Provinsi Praktik yang Baik dalam Manajemen Berbasis Sekolah SMP/MTs di hotel M Regency, beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, indikator-indikator tersebut sangat berguna untuk melihat kelemahan-kelemahan selama proses berlangsungnya program dan untuk menentukan intervensi yang tepat mengatasi kelemahan tersebut. “Oleh karena itu, indikator tersebut harus direncanakan dari awal, dan menjadi alat monitoring selama proses berlangsung program,” ujarnya menegaskan.

Indikator-indikator tersebut biasa berdasarkan kesepakatan bersama pihak-pihak sekolah, atau mengacu setidaknya pada standar pelayanan minimal sekolah. Namun yang paling penting indikator tersebut jangan hanya bersifat makro, tapi juga harus terinci sehingga bisa langsung menentukan intervensi yang dibutuhkan ketika melihat kelemahan. “Dalam pembelajaran aktif umpamanya, apakah guru menggunakan pendekatan beragam dalam mengajar, adakah pajangan siswa sebagai hasil kreasi pembelajaran aktif, apakah guru berkeliling kelas mengamati dan membantu murid menyelesaikan tugas, atau dia hanya duduk saja di kursinya,” ujarnya menegaskan.

Dalam Manajemen Berbasis Sekolah, indikatornya apakah kepala sekolah melakukan pertemuan dengan guru-guru untuk membahas kurikulum atau RPP sedikitnya 1 kali satu bulan, apakah kepala sekolah mendampingi dan mengevaluasi guru dan sebagainya. Indikator bisa disusun untuk semua kegiatan sekolah, sampai pada partisipasi masyarakat.

Pelatihan modul III Manajemen Berbasis Sekolah USAID PRIORITAS, oleh karena itu, menurutnya, berusaha untuk membantu pihak-pihak terkait untuk menyusun indikator-indikator tersebut. Selama proses-proses tersebut, 45 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, komite, staf kemenag dan diknas dari 6 kabupaten yaitu Wajo, Bantaeng, Maros, Pinrang, Sidrap, dan Soppeng saling berkunjung ke masing- masing kelompok daerah untuk meninjau kemajuan pengembangan sekolah di daerah tersebut berdasarkan indikator yang sudah ditentukan.

Sumber : USAID PRIORITAS