Kendala Infrastruktur Masih Dominasi Hasil Reses

Wajo, MC – Reses yang dilaksanakan oleh para anggota DPRD Kabupaten Wajo didaerah pemilihan masing-masing menjadi wadah untuk menjaring aspirasi secara langsung dari masyarakat.

Dalam pelaksanaan, masyarakat diberi kesempatan untuk mengungkap kendala atau permasalahan yang ditemui dalam menjalankan aktivitasnya.

Selain itu, reses juga dapat diartikan sebagai ajang silaturahmi antara para anggota dewan dengan tokoh masyarakat ditingkat kecamatan dan perdesaan.

Seperti yang dilaksanakan oleh Baso Oddang, legislator DPRD Wajo di Kelurahan Peneki Kecamatan Takkalalla, 27 januari 2015 kemarin.

Reses yang dilaksanakan berjalan alot dan meriah karena dipadati oleh para tokoh masyarakat. Dia mengutarakan dari 100 undangan yang diturunkan dihadiri lebih dari 170 orang tokoh masyarakat.

“Itu bukti bahwa antusiasme masyarakat cukup besar. Mereka membawa masalah dan akan dituangkan dalam forum,” ungkap BAO singkatan Baso Oddang.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Wajo ini mengungkap hasil resesnya. Dia menitik beratkan kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Jalan dan jembatan ini paling banyak dikeluhkan, misalkan saja, aspirasi warga yang berdomisili di Desa Lagoari, mereka meminta pemerintah untuk membangun jalan dan memperbaiki jembatan yang menghubungkan desa mereka dengan desa Manyili. Begitupula aspirasi warga Peneki berharap agar pekerjaan jalan poros Solo – Kulampu bisa secepatnya terselesaikan,” jelas Oddang.

Namun demikian, kata legislator dua periode ini, reses hanya untuk menjaring aspirasi. Kendala yang dihimpun akan dibandingkan dengan hasil Musrenbang yang dilaksanakan oleh pihak eksekutif.

“Dari perbandingan itu, maka akan dirumuskan sebuah pengusulan yang ditindaklanjuti melalui proses penganggaran dan diamini dengan pekerjaan kegiatan pembangunan. Selaku anggota DPRD, kami akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ini agar bisa terakomodir dan terlaksana,” terang Baso Oddang.

Lebih lanjut diutarakan, selain ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan, masyarakat kesempatan itu juga mengungkap harapan kepada pemerintah agar melakukan rehab atau penambahan Ruang Kelas Belajar (RKB) di SMP 1 Takkalalla.

“Begitupula pada bidang kesehatan, warga berharap agar pemerintah melengkapi peralatan medis agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa lebih efektif,” terang Oddang.

Sekedar diketahui, Reses ini dihadiri oleh 11 kepala desa dan kelurahan se Kecamatan Takkalalla. Kegiatan itu adalah tahap pertama dan akan dilaksanakan secara bergilir untuk masing-masing kecamatan Bola, Majauleng dan Penrang. (Arlin)