Kepsek di Soppeng Sebaiknya Berhati-hati, Jangan Sampe Dipecat

Soppeng, MC – Para kepala sekolah (Kepsek) di Kabupaten Soppeng mulai dari sekarang sebaiknya berhati-hati, bekerja dengan baik, tidak melalaikan tugas dan tanggung jawab yang diembang. Jika tidak, siap-siap untuk dinonjob atau sekalian dikenakan sanksi pemecatan.

Bupati Soppeng, A Soetomo mengungkap hal itu saat membawakan materi dalam acara workshop pembangunan karakter bangsa di Ruang Pola Kantor Bupati, Jl Perintis, Senin, 18/5.

“Kalau ada kepala sekolah yang lalai melaksanakan tugas, saya tidak segan-segan menonjob atau sekalian melakukan pemecatan,” ujar Soetomo dengan tegas.

Bupati dua periode di Soppeng ini menjelaskan, arah kebijakan pemerintah kabupaten Soppeng pada bidang pendidikan sudah jelas.

Itu, kata dia terdiri atas lima kebijakan meliputi ; Peningkatan perluasan kesempatan Belajar, Peningkatan Relevansi pendidikan, Peningkatan mutu pendidikan, Peningkatan Efisiensi pendidikan dan Peningkatan pemberdayaan SDM (sumber daya manusia).
“Sehingga untuk memajukan program pendidikan di Soppeng, seluruh kepala sekolah dan guru untuk berpedoman pada kebijakan tersebut,” tambah Soetomo.

Lebih lanjut Soetomo mengutarakan bahwa untuk menjadi Bangsa dan Negara yang maju, sejahtera dan kaya, seluruh komponen masyarakat harus berpegang teguh pada prinsip, disiplin, bertanggung jawab., menghormati hukum dan peraturan, menghargai orang lain, senang bekerja, pekerja keras, menghargai waktu dan memamfaatkan sains dan teknologi.

“Kalau itu diterapkan dalam kehidupan, maka Soppeng akan lebih maju dan sejahtera, tentu harus dibarengi dengan imam dan taqwa,” ujar Soetomo.

Sementara itu, Irjenpol, HM Said Saile menjelaskan pentingnya pembangunan karakter bangsa. Dia menegaskan agar seluruh elemen bersatu untuk membentuk karakter anak maupun peserta didik.

“Alasannya karena pembangunan karakter adalah proses yang tidak pernah berhenti, dalam misi pribadi, orang tidak bisa mengajarkan apa yang dia mau, orang tidak mengajarkan apa yang dia ketahui, tapi orang bisa mengajarkan siapa dia,” ujar Irjenpol. (Akram)