Kisah Miris Anto Terkait Penyaluran Raskin Desa Batu

Wajo, MC – Pembagian beras untuk orang miskin (Raskin) atau lasim disebut beras bersubisidi yang kini sejak beberapa tahun terkahir diperuntukkan untuk warga, diduga kuat dimainkan oleh oknum pemerintah desa batu dan jajarannya.

Penyalahgunaan kewenangan atas jabatan yang diberikan ternyata tidak dilakukan sendiri oleh pucuk pemerintah desa batu, melainkan pembagian raskin ini dilakukan secara terstruktur hingga kepala dusun. Disinyalir, pembagian raskin dimainkan untuk kepentingan politik pemilihan kepala desa yang tak lama lagi akan dilaksanakan.

Seperti yang dikisahkan oleh Anto salah seorang keluarga miskin yang terdaftar sebagai penerima Raskin di Desa Batu. Dia mengaku pernah menemui Kepala Dusun Mattirowalie, M Arsyad tentang pembagian raskin.

Kala itu, Anto bahkan bermaksud menjemput beras, namun, dia tidak menyangka jika yang diperoleh hanya pernyataan kurang menyenangkan dari oknum kepala dusun ini.

“Saya kerumah Kadus untuk menanyakan pembagian Raskin, namun Kadus malah mengatakan yang diberi raskin hanya mereka yang dekat. Raskin yang disalurkan sekarang bukan lagi peraturan pemerintah kabupaten, akan tetapi soal penyaluran dikembalikan kepada pemerintah desa dan jajarannya untuk mengatur siapa-siapa yang diberikan,” pungkas Anto kepada mediacelebes.com, Sabtu, 10/1.

Jika disimak kisah Anto, maka patut diduga penyaluran Raskin di desa tersebut benar dimainkan, parahnya, karena dilakukan secara berjenjang dan terstruktur.

Ketua Pemuda Panca Marga, Sultan, menilai sikap aparat pemerintahan desa bersama jajarannya ini adalah perbuatan melawan hukum.

Dimana, raskin yang seharusnya diperuntukkan untuk warga miskin dan diatur jelas secara hukum dalam pembagiannya ternyata dimainkan sedemikian rupa untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Oleh itu, diharap pemerintah kabupaten meyikapi hal ini, minimal yang bersalah untuk ditindak tegas. Negara ini negara hukum, sehingga jangan membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Soal Raskin, sebaiknya penyalurannya dilakukan dengan benar dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerima. Jangan karena kepentingan orang tertentu sehingga hak orang miskin ini dikebiri,” pungkas Sultan. (red)