Kisah Tentang DBR, Penulis dan Keset Kaki

Calon Bupati Wajo, Dr Baso Rahmanuddin tampak berdoa, ia duduk di-saf belakang dan disampingnya keset kaki, sandal dan sepatu milik jamaah mesjid (MC)

Wajo, MC – Sosok sederhana, rendah hati, tampil apa adanya, dan tidak bergaya elit-elitan jelas terpatri dalam diri Dr Baso Rahmanuddin, Calon Bupati Wajo periode 2019 – 2024.

Dalam kesehariannya, ia berpenampilan biasa-biasa saja, tidak menjolok dan kelihatan jauh dari kehidupan glamor, orangnya ramah dan mudah bergaul. Padahal kalau dipikir, untuk tampil mentereng dan berbalut kemewahan, pria yang akrab disapa Dokter Baso ini mungkin saja bisa melakukannya.

Namun itu ditepisnya, mungkin karena ia sudah lama berinteraksi dengan berbagai klaster sosial masyarakat sehingga membentuk karakternya, ataupun karena berbekal pengalaman organisasi yang aktif digeluti sejak masih sekolah, kuliah, sarjana, hingga menduduki jabatan strategis sebagai kepala dinas di Wajo.

Tapi, janganlah kita terfokus pada klimaks tersebut, akan lebih baik jika kita melirik disaat seharusnya dia menampilkan performa terbaiknya sebagai calon kepala daerah.

Kisahnya seperti ini, sesaat usai mendaftar sebagai cabup bersama wakil-nya, KH Anwar Sadat Malik di Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum), suami dari Andi Hidayanti Unru ini bergegas untuk menunaikan shalat dzuhur di mesjid yang kebetulan berlokasi tepat disamping kantor KPU Wajo, Rabu, 10 Januari 2018 lalu.

Calon Bupati Wajo, Dr Baso Rahmanuddin bersama pengemudi becak motorĀ  (MC)

Kala itu, penulis sempat berpapasan dengannya dilorong antara bangunan mesjid dan bilik wudhu. Sembari menyingsing lengan bajunya, DBR (inisial nama Dr Baso Rahmanuddin) menyapa dengan ramah penulis.

“Ci’ (sapaan penulis), sudah wudhu ya?, eh nanti kalau pulang kita barengan jalan kaki menuju ke posko”, sapanya sambil menujuk rute yang akan dilalui sebelum memasuki bilik.

Spontan waktu itu penulis pun mengiyakan, bahkan sempat bingun karena tiba-tiba diajak berbarengan jalan. Dalam hati, yang mengajak ini Calon Bupati bro… “Siap, Insya Allah Pung (sapaan suku bugis kepada seseorang yang ditetuakan/dihormati)”, jawab penulis.

Usai menyucikan diri dengan wudhu, anak menantu Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru ini pun bergegas masuk ke mesjid dan mengisi saf kosong tepat disamping kolom pintu mesjid.

Entah disadari atau tidak saat akan shalat, ternyata saf yang dipilihnya saf bagian belakang dan kebetulan sekali disamping kiri hanya ada keset kaki, sandal dan sepatu milik jamaah mesjid.

Sehingga ketika shalat, calon Bupati ini pastinya berdiri, rukuk, duduk dan sujud dengan keset kaki dan sandal didekatnya. Parahnya lagi karena waktu itu tidak membawa sajadah, maka ia pun harus melantai dengan jidat menyentuh tegel keramik mesjid.

Calon Bupati Wajo, Dr Baso Rahmanuddin bersama simpatisannya usai shalat berjamaah (MC)

Sekitar 15 menit kemudian, setelah berdoa dan menutup fardhunya dengan shalat sunnah, DBR (inisial) menyalami jamaah mesjid sebelum bergabung dengan ribuan simpatisannya yang masih setia menunggu disepanjang jalan.

Pun ketika sudah dijalan, ia tak hentinya mencari wakil-nya yang saat itu belum keluar dari mesjid. “Mana Pak Kyai ?, kita tunggu dulu beliau baru jalan”, ujarnya kepada tim pendukungnya.

Artinya, hikmah yang dapat dipetik dari bawaan calon pemimpin ini adalah, Dr Baso Rahmanuddin menunjukkan kesederhanaan, tampil seadanya, rendah hati, dan tidak menuntut perlakuan khusus dari orang-orang sekitarnya. Ia fleksible, mampu menyesuaikan diri dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun berinteraksi.

Diberitakan sebelumnya, DBR bersama pasangannya, KH Anwar Sadat Malik berjalan kaki bersama ribuan massa pendukungnya menuju posko pemenangan Jl Nusa Indah Sengkang setelah melakukan pendaftaran.

Sesekali pasangan calon yang mengangkat tagline “BARAKKA” ini melambaikan tangan, menyapa dan menyalami warga yang berdiri didepan rumahnya sepanjang jalan yang dilintasi.

Pasangan ini bahkan sempat memborong dagangan es penjual kaki lima dan mentraktir puluhan pengemudi becak motor yang sedang mangkal dipinggir jalan tersebut. (MC)