Kopertis : Sarjana, Tidak Cukup Bila Bermodalkan “Intelejensi” Saja

Wajo, MC – Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof.Dr.Ir.Hj. Andi Niartiningsih,M.P mengungkap bahwa menghadapi persaingan terkini, tidak cukup bila seseorang hanya mengandalkan kemampuan intelejensi-nya saja.

Menurut-nya, kemampuan otak (intelejensi) itu harus dibarengi dengan kemampuan intelejensi emosional.

“Seorang sarjana tidak hanya diandalkan melalui kemampuan intelejensi otak-nya saja, akan tetapi harus dibarengi dengan kemampuan intelejensi emosional. Dan tentu, selama ini mahasiswa telah melalui tempaan intelejensi emosional yang handal saat masih duduk dibangku perkuliahan.” terang Niartiningsih saat beri sambutan dalam acara rapat senat terbuka Wisuda Sarjana STIE – STIH Lamaddukkelleng Sengkang, di Ruang pola Kantor Bupati, Senin 13/1 .

Ditambahkan, saat ini adalah waktu dimana perguruan tinggi diwajibkan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan ilmu, bakat dan keahlian kepada para peserta didik-nya.

Jangan, setelah jadi sarjana, nanti dikatakan punya pekerjaan bila menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Tadi, saya berbincang dengan Bupati, saya sependapat dengan penuturan beliau. Beliau berharap agar masyarakat mengubah mindset-nya agar tidak selalu menganggap bahwa pekerjaan itu hanya ketika anak/saudara-nya ataukah diri-nya sendiri terangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), itu penafsiran yang keliru,” jelas Nirnaningsih.

Seorang sarjana, lanjut-nya, harus mampu bekerja dimana-pun berada, sepanjang sejalan dengan disiplin ilmu-nya.

“Bila itu yang diterapkan, maka tidak selalu mengandalkan PNS, karena bila kita mampu bersaing, penghasilan dari pekerjaan yang digeluti bisa saja lebih besar dibanding menjadi PNS,” pungkas Nirnaningsih. (aci)