Kota Santri Bersedih, Bupati Wajo Merasa Kehilangan

AG Prof Rafi’i Yunus Martang bersama Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru

Wajo, MC – Wajah murung bersedih nan dicucuri air mata membias dan menyelemuti raut muka dari warga dan ribuan santri setelah mendengar kabar bahwa jasad Anre Gurutta (AG) Rafi’i Yunus Martan tidak disemayamkan di Sengkang Kota Santri.

Dengan segala keterpaksaan, mereka pasrah dan menerima keputusan yang diambil oleh pihak keluarga tokoh islam ternama di Bumi Lamaddukkelleng tersebut untuk dimakamkan di Makassar.

Padahal sejak semalam mereka menunggu dan berharap jasad ulama yang telah mencetak ribuan santri, ustadz dan ustadzah ini diusung menuju pemakaman di Sengkang.

Namun demikian, hasil keputusan keluarga professor islam itu pun tak menyurutkan hati masyarakat dan ribuan santri untuk berkumpul dan mengkhatamkan ayat suci Al Quran mengiring kepergian guru mereka.

Bertempat dibeberapa titik, baik dimesjid, mushallah, pesantren, bahkan dimedia sosial pun tak hentinya doa terus mengalir melepas kepergian AG Rafi’i Yunus Martan.

Seperti halnya di Mesjid Raya Ummul Qura Sengkang, puluhan ribu santri bersama masyarakat dari berbagai penjuru datang lebih awal untuk melakukan doa bersama dan mengkhatamkan Al Quran.

Ditempat terpisah, kesedihan juga terlintas dari wajah Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru. Ia pun sejak semalam menunggu kepastian jadwal persemayaman AG Rafi’i Yunus Martan.

Bahkan sesekali kepala daerah dua periode ini memerintahkan stafnya untuk mengecek kepastian informasi tentang persemayaman.

“Semalam kami terus menunggu informasi dan rencana akan hadir menjemput dan mengantar menuju pemakaman, namun belakangan terdengar kabar bahwa jasad Anre Gurutta disemayamkan di Makassar. Terus terang saya sedih dan merasa kehilangan beliau, kenapa tidak dikebumikan di Wajo”, ungkap Bupati.

Lanjut dikisahkan bahwa selama menjabat, dirinya banyak menerima masukan dan petunjuk dari AG Rafi’i Yunus Martan, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia yang berakhlatul qarimah.

Pun ketika ada yang menurut Anre Gurutta salah dalam kebijakan dan atau pengambilan keputusan, secara halus dan santun ia sampaikan, baik secara langsung ataupun melalui ceramahnya.

“Saya banyak menerima masukan dari beliau, bahkan juga ditegur ketika menurutnya ada yang salah atau perlu diluruskan”, ungkap Bupati, Selasa 30 Januari 2018. (MC)