Kota Santri Masih Rangking Dua Narkoba di Sulsel

“Sebulan, Polres Wajo Tangani 17 Kasus Narkoba”

Ketgam : Kapolres Wajo AKBP Masrur (tengah) saat beri keterangan kepada para wartawan (Foto : Sultan)

Wajo, MC – Kepolisian resort Wajo masih menempatkan Kabupaten Wajo rangking 2 (dua) peredaran narkoba Februari 2015 ini.

Data tersebut tidak bergeser dari posisi sebelumnya dan mengukuhkan kabupaten yang dikenal dengan “Kota Santri” ini sebagai runner up peredaran barang haram dari kota Makassar.

Kapolres Wajo AKBP Masrur mengutarakan hal itu dalam acara Coffee Morning bersama para wartawan di Aula pertemuan Polres Wajo Jl Rusa Sengkang, Rabu, 5/2.

“Kabupaten Wajo masih berada diposisi kedua dari kota makassar dalam hal peredaran narkoba,” ungkap Masrur.

Dijelaskan, terhitung januari hingga awal februari, Polres Wajo telah mengamankan barang bukti narkoba jenis shabu sebanyak 111 gram atau senilai uang Rp 200 juta.

Shabu-shabu tersebut diperoleh dari operasi tangkap tangan sebanyak 56,2 gram dan operasi cipta kondisi sebanyak 55,7 gram yang dilakukan Polres Wajo.

“Sedangkan pelaku yang berhasil diamankan sebanyak 17 orang diantaranya ; 9 orang pengguna, 5 orang pengedar dan 3 orang kurir,” terang Masrur.

Lanjut dipaparkan bahwa peredaran narkoba di Kabupaten Wajo disinyalir berasal dari kabupaten Sidrap dan Pare-pare yang kemudian tersebar pada lima kecamatan di kabupaten Wajo.

Kelima kecamatan yang dimaksud diantaranya kecamatan belawa, tempe, pammana, sabbangparu dan pitumpanua.

“Namun, yang dianggarap rawan ada tiga yakni Kecamatan Tempe, Belawa dan Pitumpanua,” tandas Masrur.

Penulis : Sultan, S.Sos