Kota Sengkang Disebut Tempat Prostitusi, Bupati Wajo Berang

Bupati Wajo 12 Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru

Wajo, MC – Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru spontan naik darah mendengar pernyataan yang menyebut kota Sengkang yang dikenal sebagai kota Santri adalah tempat prostitusi. Dia mengaku gerah dan meminta pembuktian atas pernyataan itu.

“Kalau ada yang mengatakan kota Sengkang tempat prostitusi saya minta pembuktian, coba tunjukkan dimana tempatnya. Saya membantah keras dan tidak terima pernyataan itu,” ujar Bupati menanggapi pertanyaan salah seorang warga dalam dialog Safari Ramadhan di Kecamatan Maniangpajo, Jumat, 26/6.

Bupati menegaskan bahwa pernyataan atas penyebutan seperti yang dimaksud perlu diklarifikasi. Terlebih, dirinya mengaku tidak pernah mendengar informasi tentang klaim kota Sengkang sebagai tempat prostitusi.

Lebih-lebih jika kata prostitusi dikaitkan dengan Pondok Pesantren As’adiyah, Burhanuddin mengaku tidak terima dan membantah dengan keras.

“Saya tidak pernah membaca berita tentang prostitusi seperti yang dimaksud, saya betul tidak terima jika kota Sengkang dikatakan tempat prostitusi apalagi sampai mengaitkankannya dengan nama As’adiyah. Kasihan mahasiswa, kasihan warga kota Sengkang jika daerahnya dikatakan tempat prostitusi, itu sama sekali tidak benar dan perlu diluruskan,” jelas Bupati.

Sejauh ini, lanjutnya, Bupati mengaku telah memerintahkan Satpol PP untuk turun melakukan razia, baik itu dirumah bernyanyi atau dirumah kost-kostan. Hal itu untuk menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang bisa merusak norma dan kaidah agama serta kebesaran nama kota Sengkang yang dikenal sebagai kota santri.

“Saya sangat respek akan hal itu, makanya saya perintahkan Satpol PP untuk turun melakukan razia. Namun jika ada yang mengatakan kota Sengkang sebagai kota santri adalah tempat prostitusi, saya tidak terima dan membantah dengan keras,” tegas Bupati.

Untuk diketahui nada Bupati menjadi keras setelah salah seorang warga yang diketahui adalah mahasiswa mengungkap dalam dialog informasi yang diperolehnya dari media cetak tentang prostitusi di Sengkang.

Mahasiwa ini menuturkan bahwa dirinya pernah membaca di koran berita tentang prostitusi dan itu menjadi acuan baginya sehingga melayangkan pertanyaan kepada Bupati.

“Saya baca dikoran, disitu tertulis Sengkang Kota Santri jadi tempat prostitusi, untuk itu saya tanyakan upaya apa yang dilakukan pemerintah mengatasi permasalahan ini,” aku mahasiswa ini. (aci)