Kredit Macet KUPERWA Temukan Titik Terang

Ketgam : Bupati Wajo A Burhanuddin Unru bersama wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda (Foto : Red)

Wajo, MC – Penanganan kredit macet KUPERWA yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Wajo sejak beberapa bulan terakhir, mulai temukan titik terang. Satu persatu, penerima bantuan modal usaha menyatakan sikap untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut ke kas negara.

Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda (ASK) mengungkap hal itu kepada mediacelebes.com, baru-baru ini.

Dia menerangkan, kesediaan untuk mengembalikan dana pinjaman dikemukakan oleh para debitur setelah masing-masing dikirimi surat pemberitahuan berupa teguran dan penagihan oleh pemerintah daerah.

“Sekarang sudah banyak yang menghubungi saya, mereka bersedia melakukan pelunasan dan meminta keringanan kepada pemerintah untuk mengembalikan dana tersebut secara betahap. Pernyataan itu sebagai balasan surat peringatan dan pemberitahuan atas tagihan dana yang dilayangkan oleh pemerintah kepada para debitur bermasalah ini,” jelas ASK melalui via ponselnya.

Namun demikian, lanjut mantan koordinator program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) ini, diantara debitur yang berniat baik, masih ada beberapa debitur lainnya yang belum memberikan jawaban terkait dikirikan surat.

“Untuk masalah ini, Pemda akan meminta Bank Pembangunan Daerah (saat ini Bank Sulselbar) sebagai pihak kedua dalam penyaluran dana kredit ini melakukan penagihan,” pungkas Syahrir.

Ketika ditanya status pemerintah dalam kredit macet tersebut, Syahrir menjelaskan bahwa pemerintah hanya sebatas memfasilitasi kelompok penerima dengan pihak perbankan. Sehingga, untuk urusan kredit macet, tentu yang berkompeten dalam melakuukan penanganan adalah pihak perbankan.

“Penerima bantuan telah melakukan perikatan, Pemerintah dalam hal ini hanya sebatas memfasilitasi, untuk urusan kredit macet, tentu yang berkompeten menyelesaikan adalah lembaga perbankan,” pungkas Syahrir.

Untuk diketahui, pinjaman dana permodalan tersebut disalurkan dalam bentuk kelompok pada tahun 2004 silam. Ditaksir dana macet dalam penyaluran kredit ini sebesar Rp 3,6 milyar. (adv)

Penulis : Nur Asri, SH