Kunjungan Bupati Wajo di Jambi Adalah Sebuah Penghormatan

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru saat hadir dalam acara tudang sipulung KKSS kabupaten Tanjung Jabung Timur – Jambi (Foto : Red/MC)

Jambi, MC – Hari ketiga di Propinsi Jambi (Jumat, 7 April 2017), Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru bersama rombongan hadir dalam acara tudang sipulung yang digelar oleh pengurus kerukunan keluarga sulawesi selatan (KKSS) di tanjung jabung (Tanjab) timur – propinsi jambi.

Ditempat itu Bupati Wajo disambut secara resmi oleh Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Timur, H Romi Haryanto – H Robby Nahliansyah, Anggota Komisi V DPR RI, H Bakri, Sekda bersama ribuan masyarakat asal Sulawesi Selatan yang bertempat tinggal di Tanjab Timur.

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru mengungkap sejarah bahwa masyarakat bugis yang pertama kali melakukan perantauan adalah kaum bangsawan. Itu kemudian berkembang dan menetap ditanah rantau, termasuk didaerah proponsi jambi.

Karena merupakan keturunan bangsawan, perantau ini kemudian banyak yang berhasil, dan tak sedikit diantaranya menjadi pemimpin.

“Seperti halnya di Jambi ini, ada keturunan bugis yang terpilih jadi kepala daerah, itu karena mereka memang adalah keturunan bangsawan bugis”, pungkas Bupati.

Lanjut diterangkan dalam perantauan, masyarakat bugis berpegang teguh pada filosofi 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) dan pilar agama, budaya dan keilmuan.

“Satu lagi yang tak lekang dari ciri orang bugis adalah keberanian, diplomasi dan budaya perikatan hubungan (pernikahan)”, tutur Bupati.

Terkait dengan tudang sipulung, Bupati mengungkap bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi warisan leluhur. Musyawarah mufakat selalu dikedepankan dalam menyelesaikan permasalahan dan atau pengambilan keputusan.

Sementara itu, Bupati Tanjab Timur, H Romi Haryanto membeberkan bahwa kedatangan Bupati Wajo ditengah masyarakat bugis – makassar dalam acara tersebut adalah sebuah penghormatan.

Ia tak pungkiri bahwa kontribusi masyarakat keturunan bugis dalam pembangunan cukup besar, khususnya di Tanjab Timur dan Jambi pada umumnya.

“Namun satu yang menurut kami tak bisa lekang, adalah komitmen keturunan bugis menjadikan Tanjab Timur sebagai tanah tumpah darah, mereka dedikasikan diri untuk membangun daerah ini”, ujar Romi.

Sebelumnya, diawal acara Ketua KKSS Tanjab Timur, KH As’ad Arsyad mengungkap Tanjab Timur merupakan kabupaten terbanyak yang masyarakatnya berasal dari keturunan bugis.

Dari 242 ribu jiwa penduduk, 34 persen diantaranya atau sekitar 82 ribu jiwa lebih masyarakatnya berasal dari keturunan bugis.

“Jadi jangan heran jika dalam empat kali Pilkada yang terpilih keturunan orang bugis, begitupun ditingkat legislatif, dari 30 anggota DPRD 16 diantaranya keturunan asal Sulsel, ketua Panwaslu, Bawaslu, MUI, Pengusaha dan Bidang Kelautan juga didominasi masyarakat asal Sulsel”, terang As’ad. (SIPD)